Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Muda. Foya-foya

Domba-domba nakal

Manusia pemakan rumput meranggas, kering, bungkil, kerdil. Daud dan Jalut atau David bertemu Golliath. Huma kardus terendus bau hangus. Obat nyamuk membakar hunian pinggiran. Tanpa ada tangan nyalakan kehangatan. Katakan serigala berdansa. Siang, malam, senja diantaranya. Menarik hati sang gembala, berburu kenakalan dosa-dosa manusia, terbitkan lapar Homo homini lupus Hangus. Bersama tusuk bambu. Disantap lezat. Padat. Di belakang restoran tergantung paha kaki dan iga-iga domba sekarat

Derajat matahari

Jejak panjang kepul asap pesawat membelah udara jam 10 katanya, dari Jogja ke pojok Kota Pontianak Panjang bayang-bayang di saat matahari berpendar Membujur, di atas tugu ekuator. antara Januari ke bulan Juni lantas panas lembab kaburkan sembab mengalir sungai mungil, semenjak jembatan layang hilang pendek sekali kau kata, jalur landing sebelum ia terbanting

Akhirnya, MLP

Yeah, akhirnya kesampaian juga nonton Musikal Laskar Pelangi. Diam-diam, ekspektasi saya yang cukup tinggi pada adaptasi Novel Andrea Hirata ini akhirnya terlunasi. Sebelumnya, saya ga mau memasang harapan tinggi-tinggi dari Drama Musikal ini. Sekian tahun mengikuti tulisan Andrea Hirata, sejujurnya saya bosan. Ia tidak banyak beranjak untuk menulis selain dari kehidupan pribadinya. Memang apa yang ia tuliskan menghadirkan nuansa baru pada novel-novel di rak toko buku. Kehidupan, bahasa, dan juga celetukan kehidupan akar rumput di Belitong sana. Apalagi jika kemudian, Laskar Pelangi seolah menjadi one hit maker. Satu terbitan bagus dari tulisan Andrea Hirata, setelah itu sudah. Jujur aja sih, habis Laskar Pelangi, novel lainnya belum sebaik nasibnya dengan sang pendahulu. Pendapat itu juga mungkin dikarenakan saya sering membaca karya novelis yang senang berganti tema, tapi tetap terasa nuansa penjiwaannya. Simpel, sederhana, tapi mengena. Kalau detilnya karya siapa, itu Dee . Di bel...

susur pantai

Sinetron

"Simpel kelihatannya. Tapi dalam praktek, butuh tenaga ekstra. Dan beruntunglah bagi mereka yang sempat mengatakan kalimat di atas, lalu dapat merasakannya. Who can believe that happens? But the truth is, sometimes we'll find some people like that. They're the lucky one, and who will not jealous". "Saya termasuk salah satu yang tidak percaya kepadanya. Faktanya, Thomas Alfa Edison saja sampai mengatakan, kesuksesan adalah 10 % Bakat, dan 90 % kerja keras. Dan tak lupa disertai tujuan yang pasti. Kehidupan di masa kecil yang mungkin tak seberuntung teman-teman, mengajarkan saya kerasnya kehidupan. Klasik terdengar saat cerita ini berlanjut, dan mungkin sudah ada yang bisa menebak apa saja isinya. Ayah saya meninggal, ibu menikah lagi, dan ayah tiri saya luar biasa kejamnya. Seperti sinetron". "Boleh saya teruskan kisah anda?" Ucap si lawan bicara. "Silahkan" "Untuk sebuah kisah hidup layaknya sinetron, sepertinya perlu ada sedikit ...