Skip to main content

Posts

Showing posts with the label nasehat hidup

Perputaran

Selama ini aku hanya bisa berputar. Mengembalikan apa yang pernah terlewati ke titik dimana ia berasal, dan kemudian memulai sebuah lingkaran yang baru. Namanya juga berputar, ia hanya akan terus berjalan dengan lintasan yang sama, sembari terus menatap pada satu titik penumpu. Terus seperti itu. Dan lingkaran ini akhirnya berhenti ketika titik itu hilang. Berbeda dengan orang lain yang cenderung memilih jalur lurus di dalam hidupnya. Mereka bisa memilih untuk statis, mendaki, atau terus turun. Setidaknya mereka bisa melihat jauh ke depan. Menyaksikan setidaknya titik di ujung sana masih bisa tertangkap oleh mata. Sementara aku, cenderung melihat ke sana kemari mencari sesuatu yang bisa kukelabui. Mengelabui diri sendiri bahwa memang itu yang kucari. Dan pada akhirnya, ada satu garis yang memaksa masuk ke dalam lingkaran. Awalnya hanya satu. Kemudian garis itu bertambah. Kemudian lingkaran milikku terbagi. Dengan titik-titik berbeda. Terkadang keluarga. Ada Kalanya agama. Juga cita-cit...

Valentine dari ibu

Pelan-pelan ia membuka dompet tipisnya. Menghitung, berapa banyak uang tersisa. Teringat kembali apa yang dikatakan sang kekasih "Nggak usahlah kau ikutan orang-orang. Sok peduli kasih sayang di tengah bulan. Padahal, setiap hari isinya pertengkaran. Sama saja kau berdusta dengan diri sendiri" Yah, ia memang sempat ragu. Haruskah uang makan setengah bulan, ia korbankan demi perayaan kasih sayang. Ia memang bukanlah seorang yang berada. Tapi bolehlah sekali saja di dalam hidupnya, turut merayakan dan dianggap berharga oleh manusia lainnya. Dan akhirnya, ia kembali terpekur di kursi sofa ruang keluarga. Memilih untuk duduk dan menyalakan televisi. Mendengar Ulama dan sejuta manusia putih lainnya berteriak. Bahwa merayakan Valentine membawa diri pada kekafiran. Mengatakan bahwa Valentine hanyalah sebuah tradisi luar yang ditanamkan sebagai sebuah pembenaran terhadap legalitas melakukan segalanya demi kasih sayang. Merasa jengah, digantinya saluran televisi. Kali ini sebuah badut...

menjadi positif dan mengurangi negatif

Simbol positif dan negative seakan menjadi bagian dari setiap disiplin ilmu. Matematika, fisika, kimia, bahkan dalam disiplin ilmu sosio humaniora dan justisia. Dua kutub berlawanan ini menjadikan semuanya terlihat dalam dua sisi. Karena manusia pada dasarnya memang selalu memiliki 2 sisi, positif dan negatif. Nggak jarang kita ketemu manusia dengan tingkat positif yang lebih atau justru malah sisi negatifnya yang lebih. Menyenangkan, tenang dan ceria. Pemurung, suram, dan menyebalkan. Memang kita nggak pernah tahu apa yang ada di dalam diri setiap orang. Tapi setidaknya, semua manusia punya satu konvensi untuk menentukan apakah ia positif negative. Banyak yang bilang, menjadi positif itu penting. Dan memang itu tidak mudah. Ketika dunia hadir dalam seribu masalah, dan sedikit yang bertahan demi sebuah harapan. Apakah yang sebenarnya terjadi? Mungkin kalimat itu akan sering keluar ketika melihat orang lain mampu memanajemen kepribadiannya sehingga masa depan seakan terlihat ce...

berubah menjadi lebih baik

Jauh di dasar hati manusia, selalu ada keinginan menjadi baik. Hal ini mungkin menjadi dasar teori Realisme. Tapi, kebaikan tidak hanya menjadi milik realisme saja. Semua aspek dalam kehidupan menginginkan kebaikan. Menjadi pondasi atas struktur sosial yang beraneka ragam. Menjadikan kehidupan sebagai salah satu pertimbangan mengapa kita ada di dunia. Setidaknya ada tiga aspek dalam berusaha menjadi baik. Usaha-usaha inilah yang seringkali menjadi point penilaian dari manusia lainnya, karena usaha-usaha dalam berproses menjadi baik lebih penting dari hasilnya sendiri. Bukan apa-apa. Banyak orang yang menginginkan hasil yang baik. Tapi seringkali keinginan itu tidak dibarengi dengan proses. Sehingga, mungkin akan lebih baik jika memperhatikan proses. Tujuan akhir hanyalah sekedar patokan agar tidak ada kesalahan dalam melangkah. Aspek pertama adalah keinginan kita untuk dapat menerima kebaikan itu sendiri. kita bisa melihat, banyak orang membawakan pesan-pesan kebaikan, menebar nasih...