Skip to main content

Posts

Bayangan dalam cermin retak

Ia tak pernah berbohong sekalipun Sepanjang tuhan menciptakan dunia sebelum fikir menjelma dalam jenak memang belum ada perjanjian seumur hidup Antara nyata dan maya Antara hidup dan mati Tuhan tak pernah mengijinkan Seribu rasa ingin semua terungkap Entah dengan sudut apa ia memandang Satu kejujuran cukup untuk bungkam Ribuan dusta dari sudut hati terdalam manusia Tapi semua terasa berbeda Cermin belajar arti sebuah kepalsuan dalam keadilan penuh aturan permainan Sampai akhirnya di satu titik Ia berputar kembali Dengan ribuan garis terukir Dalam dan tajam penuh luka di wajahnya Yogyakarta, 8 Januari 2009

Belajar Membunuh

Kuda-kuda besi merangsek paksa ribuan pedang Di tengah jalan padat merayap selamatkan satu tubuh penuh tebasan serta tetes darah Memaksanya berhenti berharap pada hari esok Tinggalkan satu kesempatan mengukir nama Jiwa tak lagi berharga tuk dijaga Di depan mata satu bilah tajam pedang Menembus dada kemudian semua hilang Kami harus berperang dan bertahan Selama bangunan dan bangku tetap berdiri Akan ada orang-orang di belakang itu semua nama dan sejarah lama sekolah terukir di dalam hati para lawan serta kawan Sebuah ancaman atau malah kebanggaan Bahwa mereka pernah ada di dalamnya Tak ada lagi buku atau pena di kepala Semua lebih suka untuk berkuda dan memanah tebarkan ketakutan diliputi dendam satu rasa penuh keberanian Buat kalian kami bajingan, tapi di sana kami pahlawan

Dinding ingatan

berharap jadikan ingatan layaknya debu Begitu mungil sampai tak sadar tersapu oleh waktu Jalani hidup apa adanya, bukan dusta dan pura-pura Tapi entah mengapa Tuhan berikan kertas putih Terlukis oleh kuas berjuta warna kehidupan Tuk ditempel dalam dinding ruang ingatan hitam akhirnya kau pilih hilangkan semua perih agar tak menafikan hidup dosa pernah tercipta atau putih suci seperti layaknya hati bermula biarkan sebuah awal ada di titik hati tanpa rasa tapi sekarang aku hanya sejenak melepaskan perlahan sampai kau tahu arti sebuah hidup yang kuberikan

Derita penuh dosa

Entah, masihkah raga ini ada Sementara tak ada hati tersisa menyingkir dalam sepi mimpi tak siapapun keluar bertahan sisakan kelam di saat malam sisakan kelam di dalam malam seorang diri kuberdoa akankah ada diluar sana satu cinta yang tersisa aku seorang pendosa akhirnya kesenangan itu larut mengendap dalam duka sisakan benci di setiap jiwa kau tikam, kau buang layaknya mayat di pinggir jalan

Hapus

lelah sudah tak lagi sanggup Memeluknya, menjaganya Berlari seakan sebuah jawab Tuk berpaling dari kenyataan hidup akhirnya ia padam oleh hembusan lembut angin petang sekejap menghilang Karena tak ada lagi percaya di sana Hati tak sanggup melihat dalam gelap hanya bisa berikan terang memilih jalan untuk pulang Dimana letak hati tersimpan dasar danau dan membeku pinggir pantai hangat mentari

penyendiri

dunia adalah kanvas tak berwarna untuk seorang pemuja sepi hanya bisa meringkuk tersudut sembari menggenggam ribuan kunci berbisik sendiri bersama waktu agar tak terluka perlahan keping hati yang tersisa harap terlalu lama mengendap untuk itu tetap ia menanti sebatang kecil lilin untuk gantikan ruang kecil penuh gelap dan rasa suram

api kecil

tertinggal dan terlupakan menanti kan ada yang ingat satu sudut bilik kecil di hati terakhir ia jatuh dan rapuh detik mengiring menit rindukan kembali hangat sendiri tak selalu berbeda demi sebuah kecil api

untuk sebuah diam

kabut menembus batas terakhir riak air mengisi apa yang tak pernah terasa sebelumnya mencoba pahami arti sebuah kepingan cinta sampai akhirnya sarat dan tumpah saat malam berikan sepi dan sunyi dunia sisakan khayal tuk tinggal tanpa terbelenggu oleh waktu kelak sayap itu kan terkembang di antara lukisan-lukisan ruang langit maaf jika aku bukan pencipta mimpi memang tak ada ruang yang tersisa khayalan akan surga cukup tergores di atas lapisan debu senyum menggema perlahan di wajah tirus sembunyikan tangis dan perih teriris ia pergi tepat saat dua belas kali lonceng jam berbunyi

OR

Jam menunjukkan angka 11 malam saat aku nulis note ini. Baru aja selesai beresin basecamp bulaksumur pos tercinta. Agak capek memang (what the hell!) tapi lega rasanya udah menyelesaikan tugas secara tidak langsung. Menyortir berkas pendaftaran, tes tertulis, dan tes wawancara. Dari Ikrom udah diberesin sang Manikrom, Yana and the gank. Produksi fifty-fifty lah. Divisi yang aku beresin sendiri Cuma Litbang sama Redaksi. Litbang mah enak, divisi sendiri dan jumlahnya ga sedikit. Redaksi paling banyak. Total sekitar 50an. Lebih mungkin. Tapi seenggaknya malam ini aku udah bisa tidur dengan tenang. Sedikit melepaskan tugas. Tugas kali ini punya judul bernama tim open recruitment awak bulaksumur pos.Open recruitment biasanya dikerjain sama anak tahun pertama menginjak tahun kedua.Tim open recruitment awalnya berjumlah 7 orang. Dari litbang ada aku ma Syefi. Produksi ada Vian sama Mufid. Redaksi diisi oleh Nindy ma Nining. Dan terakhir tak lupa, Agung Mardiko dari Ikrom. Di tim ini aku di...

selamat pagi bayi indonesia

pagi tak selalu sembunyi dalam kamar, dalam dinding sesekali diam-diam diriku menyelip sekedar lari dari tatapan benci penjaga hidup berseragam suci sudah bosan akan kata satu persetan ungkap tunggal ika saat jati diri harus pergi arti bangga tak harus ada pecahkan semua layar kaca merobek emosi dalam lembar cukup sendiri atas nama abadi diri sendiri kebenaran hakiki menghantam segera dogma kata tak akan ada hitam tak akan ada lagi putih telan semua isi kepala itu tertuang dalam segala kitab aturan biarkan saja otak mereka bertebaran memerah darah tepi jalanan lupakan sejenak perhatian semua pedulikan mata kami saat ia harus menerima sinyal beracun untuk menjadi pencabut nyawa selanjutnya sudah terdidik sebagai mesin-mesin hidup tanpa rasa-tanpa jiwa selamat pagi Indonesia jari tengah mungil kami untukmu cukup cinta tak perlu tanda biarkan jiwa ini tetap bisa sekedar ada

Putri tidur

sadar menyisakan ruang menuang makna sama berbisik, memandang keindahan untuk dirimu di kursi bambu sehangat cangkir kopi moka saat detik terpaku di angka satu lewatkan angan menari lama sekali sembari sesekali terdengar gesekan kaki lantai mimpi di malam panjang putri sambil menunggu di depan pintu kubaca pesan itu selalu kupinta, tetap disini kelak saat kutersadar nanti

Trend setter dunia musik

Entah sejak kapan band dengan nama kuburan ini keluar, yang jelas tahu-tahu salah satu klip mereka, L upa-lupa (tapi ingat) jadi salah satu lagu yang cukup sering dimainkan di radio. Awal-awal sempet ngira, ini bukan nama band metal ya? sampai akhirnya ngeliat sendiri dan kaget. Halah-halah, emang kreatif, asik dan seger. Kekhawatiran segera muncul dalam hati. Apakah mereka hadir dilayar kaca untuk kali ini saja? Di saat orang-orang mulai bosan dengan lagu pop melayu yang mereka sindir habis-habisan di lagu lupa-lupa (tapi ingat). Leee mari mari rame rame kita kumpul tapi gak kebo Leee bukan nyanyi tulo tulo mari kita nyanyi yo [*] Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya Ingat, ingat ingat ingat, cuman ingat kuncinya Ingat, aku ingat ingat, cuman ingat kuncinya [**] C A minor D minor ke G ke C lagi A minor D minor ke G ke C lagi A minor D minor ke G ke C lagi Back to [*] [**] C A minor D minor Ke G ke C lagi A minor Demi moore ke C Ke C ...

INTERNATIONAL LIBERALISM

Liberalisme merupakan paham yang menuntut dan mengijinkan adanya kebebasan dalam ekonomi dan politik serta mendukung adanya perubahan di dalam struktur sosial, politik dan agama secara bertahap. Liberal Internationalisme sendiri dapat dikatakan sebagai paham yang mendukung adanya perubahan, namun pendekatan yang dipakai adalah dari dalam keluar terhadap hubungan internasional. Maksudnya, unsur-unsur di dalam sebuah negara menentukan penampilan luar. Secara sederhana dapat dikatakan ideolgi sebuah neara menentukan kebijakan luar negeri sebuah negara. Kaum Liberal menganggap bahwa Ideologi Liberal merupakan ideolgi yang paling ideal di dunia. Mengapa? Mereka beralasan bahwa Liberalisme mendukung terjadinya dunia yang damai. Ideologi yang lain dianggap akan membuat dunia menjadi tidak damai. Alasannya adalah perang. Perang menurut Kant, Rosseau, dan Codben ada karena pemerintahan yang berbasis militer dan tidak demokratis. Pemerintahan seperti itu dianggap hanya mementingkan kepent...

Oportunis

tak semua harapan untuk hidup sama dengan irama kematian petang semua kemunafikan menjelma dengan kepingan topeng yang kau simpan untuk setiap ruang dan malam sedetik bersama, tak lama hilang entah sisi apa kelak dalam drama ini bertahan dengan ucapan jilatan kepalsuan muak aku dengan sifat anjingmu mengapa tak kau jarah saja semua membiarkan sang hina merengkuh lembaran selimut keabadian terakhirnya setelah sekian lama puncak hidup kubiarkan untuk kau dan aku sementara darah dan asa ini pelan-pelan kau hilangkan hilangkan harapanku untuk tinggal

single happy oppie andaresta

Lirik Lagu Oppie Andaresta - Single Happy Lirik Lagu : Single Happy Lagu : Oppie Andaresta —————————————————— Mereka bilang aku pemilih dan kesepian Terlalu keras menjalani hidup Beribu nasehat dan petuah yang diberikan Berharap hidupku bahagia [*] Aku baik-baik saja Menikmati hidup yang aku punya Hidupku sangat sempurna I’m single and very happy [**] Mengejar mimpi-mimpi indah Bebas lakukan yang aku suka Berteman dengan siapa saja I’m single and very happy Mereka bilang sudah saatnya karena usia Untuk mencari sang kekasih hati Tapi ku yakin akan datang pasangan jiwaku Pada waktu dan cara yang indah Back to [*][**] I’m single and very happy Waktu terus berjalan Tak bisa ku hentikan Ku inginkan yang terbaik untukku

Sudah mulai tua

Bayangan kepada warna sebuah senja Mengajakku untuk melihat sayap malaikat Sedikit mengajak jiwa mengenang ratapan tua Disaat samar-samar tubuh ini menerawang angin malam Mendekap erat memori indah Ketika sebuah senyuman darimu membekas dalam Tanpa sadar, tetes ini mengalir melewati bekas waktu Terukir jelas di wajah yang tak lagi indah Terima kasih untuk duduk menemani malam Saat gelap membayangi bulan Menemani diriku apa adanya Sampai kelak jiwa ini mulai tak merasa

Sebuah sore

Langit menutupi udara dengan gelap siang Berarak pelan-pelan bersama dingin angin Memaksaku untuk tetap duduk menunggu Dengan sebuah lembar tiket terakhir malam ini Udara terkoyak oleh sayap-sayap rajawali raksasa Merambat di daratan untuk pergi tak kembali Lewat alur-alur air menembus pandangan Keberadaan perantara sejenak aku pergi Sebenarnya selimut hatiku adalah takut Ketika terpaksa jiwa ini pergi Menyeberangi langit demi satu kehendak pasti Merenungkan tempat nanti untuk kembali Enam puluh menit lebih ku terpaku di kursi biru ini Menerangkan kata-kata tak pasti dalam hati Berharap sebuah ketukan akan membuatku berhenti Kurasa, saatnya aku pergi

Sebentar

Mungkin perlahan suaraku membosankan dan datar Namun, semua ini berarti ketika dingin menggetarkan Menunggu ransum ke dalam jiwa yang kering Hanya untuk menerima belaian dari kasarnya ibu pertiwi Dan semua Tetap membuatmu hina Karena bayang sang kaya Dan miskin tak berharga Disini aku marah untuk semua sampah Yang hanya bisa pasrah ketika mereka kalah Disini kuhanya bisa menangis ketika jiwamu beranjak tipis Dalam hidup kejam mendekap segenap tragisnya nasib

Rapuh untuk lelah

Membimbing hari dalam keterbukaan indera Dengan perantara langit beserta udara seisinya Ketika nyawa kita kembali untuk berdiri sejenak Dalam wujud dengan nama manusia abadi Sejenak hanya kita yang mampu untuk berlari setelah aliran merah merambat ke atas kepala Dan angin meredam segera kemarahan dalam-dalam Pecah semua ironi kekosongan Akan ada nenti jiwa-jiwa sepi Mengajakku menari dalam tawa iringan gitar tua seorang bapa

Jejak yang tertinggal

Salahkah kalau berjalan sesekali melirik ke belakang Memeluk apa yang tersisa untuk bekal dalam masa depan Hanya itu yang ingin kulakukan sebagai tanda peringatan Dirimu pernah singgah dulu hatiku Ingin kutinggalkan masa lalu tetap di belakang bayang-bayang Tapi nggak bisa wahai kekasih Terlalu membekas dan menorehkan kenangan Terlalu indah untuk dilupakan dalam angan Ku tak meminta kau ada untukku Karena kutahu semua itu tak mungkin bagiku Memelukmu seperti dulu Membelai wangi rambutmu dalam nafasku Teriakan kepedihan mungkin tak terperikan Membuat semuanya sedikit mengurangi kesedihan Karena itu tak apa aku kau tinggalkan Kutahu semua itu lebih baik bagimu