Skip to main content

Me-Replay Orang tua

Posisi antara orang tua dan anak di dalam keseharian kita, aku rasa membuat kita lupa untuk saling memandang sebagai sesama manusia sejajar. Maaf, bukan bermaksud untuk tidak sopan atau gimana, tapi, kebayang nggak sih kalau keseharian ortu bisa saja berbeda antara di rumah dan di lingkungan. Peran yang dimainkan sebagai orang tua membuat diri merasa sulit untuk come-out tampil sebagai diri sendiri karena tekanan normatif lingkungan dll. Orang tua merasa nyaman dan memperlakukan kita sebagai si unyil tadi sore karena memang kita tampil sebagai UNYIL. Sok baik dan seolah nggak ada apa-apa.
Pelan-pelan, satu tembok berhasil dibuat. Tembok kebisuan penuh kepura-puraan. Mungkin masing-masing saling bisa memahami satu sama lain tanpa harus ada bicara. Tetapi bayangkan kalau tembok ini nggak ada. Kelegaan dan perasaan kebebasan penuh tanggung jawab setidaknya akan lebih mudah untuk keluar ketimbang harus munafik sama diri sendiri kemudian melanggar segala macam aturan saat tidak kelihatan.
Lalu, sebenarnya, mengapa semua ini terjadi?
Dalam masyarakat penuh nilai ini, nggak heran kalau segala sesuatunya selalu dikaitkan dengan yang namanya ikatan kesopanan. Salah satu contoh simpelnya adalah, di dalam masyarakat lama, ketika orang tua bicara, sangat tidak sopan jika anak berani menjawab. Nilai ini tertanam kuat tanpa ada pendalaman kepada setiap perubahan. Dan selayaknya ospek, semua berulang dan terus berulang. Ortu meniru apa yang dilakukan simbah dalam menghadapi anaknya. Ortu mencoba untuk membalas dendam secara halus kepada simbah, tetapi dilampiaskan kepada anak. Siklus ini akan terus berulang jika tidak ada pihak yang mau mengalah -entah anak, entah ortu- untuk ngomong duluan. B*llshit rule, anggep aja kaya gitu ketika berhadapan sama yang namanya aturan tanpa ada dasar pemikiran.

Comments

Popular posts from this blog

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

kapan kau kan kembali

"Jangan pernah menjadikan sahabatmu sebagai pacar" Kalimat ini sering kita denger dari temen kita. Mendingan pacaran sama orang yang ga kita kenal sama sekali daripada pacaran ma temen or sahabat. pacaran ma sobat sendiri itu menurut gua sendiri cukup bikin ga enak. Mungkin enak kalo kita pacaran sama orang yang kenal banget ma kita, ngertiin kita, kita tahu dia siapa, dan lain-lain. Taoi semua keindahan itu akan hilang begitu sebuah permasalahan mencuat di antara persahabatan itu sendiri. gua ada beberapa alasan mengapa pacaran ma sahabat itu rada ga enak luka yang ditinggalkan sahabat lebih dalam daripada luka yang ditinggalkan orang asing. Dan itu akan lebih parah kalo kita sering ketemu. Mau nggak mau. Persahabatan bisa aja nggak hanya 2 orang. Persahabatan itu rangkaian dengan teman yang lain juga. Begitu ada yang terputus, yang lain juga terganggu. Selain itu, persahabatan rentan untuk menimbulkan rasa suka. Bisa aja sobat kita dalam kelompok itu juga menyena...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...