Skip to main content

Membangunkan orang dari mimpi

Kemarin malam kami berbincang mengenai masa depan. Ia, seorang kakak angkatan yang baru saja lulus setelah menunda skripsinya hanya karena memang tak mau saja. Saya, yang menunda skripsi, demi memperjuangkan harga diri. Berbeda, tapi setidaknya saya belajar darinya. Sebuah hambatan dalam menempuh jalan akan terasa lebih berat saat kita akan meneruskan sebuah impian yang tertinggal.

Sebenarnya bisa saja saya nekad memperjuangkan apa yang saya inginkan dalam sebuah karya tulis penutup lembar masa perkuliahan. Sayang, keadaan mengajak saya kembali berfikir, apakah kemudian jalan yang saya ambil kemudian memberikan kemudahan di masa depan. Akankah ia kemudian memberi manfaat dan juga akibat yang sama besarnya jika saya tetap saja nekad.

Menemani dan juga mendengar apa yang teman saya bicarakan sedikit banyak membuat saya sadar. Tidak semua hal akan berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. TIdak semua aturan, pantas untuk dilanggar tanpa memperdulikan rambu-rambu yang memang tercipta.

Itu yang saya rasakan setelah satu bulan lebih mencoba berkerja di tempat yang memang saya dambakan. Disana memang menyenangkan. Buku-buku bermutu dan juga orang-orang sesuai dengan apa yang saya harapkan. Tapi, ada aturan-aturan yang sedikit tidak sesuai dengan apa yang biasa saya lakukan.

Dan, beberapa kali mencoba melihat bagaimana efek dari melakukan hal yang sebaliknya membuka sudut mata bahwa aturan ada untuk kebaikan bersama. Dan untungnya, aturan masih bisa dievaluasi. Untuk kebaikan bersama juga, bukan hanya secara individu.

Itulah kenyataan yang kemudian saya pegang. Bermimpi, dan kemudian sadari bahwa mimpi juga perlu diinstropeksi. Banyak orang-orang yang memiliki besar, tapi kemudian limbung di tengah jalan begitu melihat kenyataan. Mereka yang memilih bermimpi dan hanya berdiskusi tanpa ada hasil kerja untuk mempertahankan harga diri.

Mereka berbeda. Mereka tak merasakan hambatan, dan juga kejamnya kehidupan. Melihat bagaimana dengan mudahnya jalanan yang lempeng kemudian hilang berkeping-keping. Merasakan bahwa kenyataan tak sesuai dengan idealisme yang mereka pegang. Itu yang saya rasakan dari mereka sang pengumbar kata. Diam seribu bahasa saat tak lagi ada yang mau diajak berbicara.

Comments

Popular posts from this blog

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

kapan kau kan kembali

"Jangan pernah menjadikan sahabatmu sebagai pacar" Kalimat ini sering kita denger dari temen kita. Mendingan pacaran sama orang yang ga kita kenal sama sekali daripada pacaran ma temen or sahabat. pacaran ma sobat sendiri itu menurut gua sendiri cukup bikin ga enak. Mungkin enak kalo kita pacaran sama orang yang kenal banget ma kita, ngertiin kita, kita tahu dia siapa, dan lain-lain. Taoi semua keindahan itu akan hilang begitu sebuah permasalahan mencuat di antara persahabatan itu sendiri. gua ada beberapa alasan mengapa pacaran ma sahabat itu rada ga enak luka yang ditinggalkan sahabat lebih dalam daripada luka yang ditinggalkan orang asing. Dan itu akan lebih parah kalo kita sering ketemu. Mau nggak mau. Persahabatan bisa aja nggak hanya 2 orang. Persahabatan itu rangkaian dengan teman yang lain juga. Begitu ada yang terputus, yang lain juga terganggu. Selain itu, persahabatan rentan untuk menimbulkan rasa suka. Bisa aja sobat kita dalam kelompok itu juga menyena...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...