Skip to main content

Sebuah keping kerang di tengah ganggang

Sainganmu hanyalah badai. Berteriak tanpa henti dan tak tahu dimana dirimu.
Terkadang tenggelam dalam asin laut, lalu bergoyang ke kanan dan ke kiri
melihat, sampai dimana akhirnya desir ombak membawamu menari
mengusik berlapis-lapis kertas yang kau gunakan tuk bersembunyi
bahkan enggan topeng itu terlepas sejenak. Dan di saat semuanya usai,
aku lega sudah ada tawa di sana. Mungkin tak ada yang tahu. Mungkin kau yang tak mau tahu

Diam-diam bisu malam seolah menjadi teman
menunggu, sampai kapan pasang akan bertahan, lalu kembali lagi
pada sesuatu yang tak pasti. Menanti kapan seorang bajingan lepaskan
beban di dalam ketakutan. Untuk itu setiap malam bintang mengajakmu begadang
Menuntun pada cerita manusia setengah ikan berambut panjang.
Memaksanya berhenti bernyanyi pada setengah hati yang hilang dibawa pergi.

Buatmu, cerita ini usai. Ada yang menggantung sepertinya di antara hiasan dinding kamar
Lalu semua bosan. Sama saja seperti ribuan keping kenangan di balik kantong
berhiaskan botol berisi pasir pantai. Serasa hangat meski beku membuku biru.
Atas semua perjalanan panjang, dari dasar laut yang terasa kecut
Mungkin hanya sebuah pesan tanpa botol yang akhirnya tinggal
Terhanyut ke bawah laut, tanpa tahu siapa diriku, juga dirimu.

Comments

Popular posts from this blog

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...

Titik kosong

Sesaat semua terasa mudah memang, lama diri ini terasah dengan ribuan masalah sampai akhirnya kebosanan membawa lelah Tujuan, katakan selamat datang memanjang tenang slalu Tak lupa di akhir lupakan ragu karena memang tak ada bimbang Dan dunia selalu berputar membawakan setiap titik kehidupan pada akhir masa, agar kita tak lupa bahwa bijaksana tak selalu berteman dengan usia sesaat, kosong. datangkan kehilangan panjang menyerah pasrah kalah dan pulang tusukkan pedang panjang perlahan sudah terbiasa jiwaku dengan kegelapan sesuatu yang tak bisa dikatakan nyaman tapi, di sana aku tenang. pelan-pelan berlari menghilang sampai kembali harapan kau berikan sesaat, bahagia lantas berujung pedih terbiasa tak usah kau tanya, sudah kuduga bahwa hati ini bukan milik siapa di antara jalan bercabang masa depan kubertanya, apa yang kau cari di sana teman, penuntun jalan, imam? di saat sholat malam? dan aku pun tersadar belum lama luka ini hilang belum lama perasaa...