Skip to main content

Berserah Diri

Apa esensi ulang tahun bagi manusia?
Beberapa memilih untuk merayakannya sebagai simbol kebahagiaan bahwa ia telah mampu bertahan selama hidupnya. Beberapa lainnya memilih menjadikan ulang tahun sebagai momentum intropeksi bahwa umurnya semakin pendek. 

Buat saya, ulang tahun adalah momen untuk melihat orang di sekitar.
Jujur, teknologi diam-diam membuat beberapa bagian yang menyenangkan dalam hidup terasa tak bermakna. Dengan mudah satu ucapan selamat mampir, ketika notification facebook muncul. Saya sendiri sebenarnya cukup terbantu dengan fasilitas tersebut, dan memilih untuk merayakan beberapa ulang tahun teman dengan kesungguhan. SMS dan telepon terasa mahal harganya sekarang. 

Saya sendiri dengan sengaja menyembunyikan tanggal lahir di fb. Bukan mau sok eksklusif, tapi karena saya mudah tidak suka dengan ucapan basa-basi yang dipaksakan. Untuk beberapa teman dekat yang tidak mengucapkan, tidak begitu saya ambil pusing. Perhatian mereka sudah cukup dikala kesusahan datang. Keluarga saya yang tidak biasa dengan perayaan ulang tahun mengajarkan saya untuk melihat bahwa perhatian tidak harus dirayakan pada hari tertentu saja.

Tapi sangat indah memang ketika beberapa orang datang dan memberikan kejutan. Di saat itulah kita terkadang benar-benar sadar, kedewasaan membuat beberapa hal semakin tidak ada harganya. Ketika semua dihitung dengan uang, maka pengorbanan untuk memilih hal lain selainnya terasa bak oase di tengah gurun sahara. Begitulah manusia.

Dan untuk ulang tahun ke 23, yang sebenarnya sudah lewat 2 hari lalu, saya merasa cukup bersyukur. Cukup tahu bahwa akan selalu ada teman-teman ketika diri ini mau berserah diri terkadang. Menyerahkan diri seutuhnya pada orang-orang di sekitar, dan tanpa harus diminta, mereka akan dengan sepenuhnya peduli. Tanpa harus dibeli.

Love u all...

Comments

Popular posts from this blog

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...

Titik kosong

Sesaat semua terasa mudah memang, lama diri ini terasah dengan ribuan masalah sampai akhirnya kebosanan membawa lelah Tujuan, katakan selamat datang memanjang tenang slalu Tak lupa di akhir lupakan ragu karena memang tak ada bimbang Dan dunia selalu berputar membawakan setiap titik kehidupan pada akhir masa, agar kita tak lupa bahwa bijaksana tak selalu berteman dengan usia sesaat, kosong. datangkan kehilangan panjang menyerah pasrah kalah dan pulang tusukkan pedang panjang perlahan sudah terbiasa jiwaku dengan kegelapan sesuatu yang tak bisa dikatakan nyaman tapi, di sana aku tenang. pelan-pelan berlari menghilang sampai kembali harapan kau berikan sesaat, bahagia lantas berujung pedih terbiasa tak usah kau tanya, sudah kuduga bahwa hati ini bukan milik siapa di antara jalan bercabang masa depan kubertanya, apa yang kau cari di sana teman, penuntun jalan, imam? di saat sholat malam? dan aku pun tersadar belum lama luka ini hilang belum lama perasaa...