Skip to main content

24.00/00.00

Sebuah judul membingungkan, milih tanggal dan jam sebagai judul. Kenapa? Dua-duanya sama kan? Iya, sama. Tapi masing-masing memiliki penafsiran yang berbeda. Satunya sebagai akhir dari suatu hari, sedang yang satunya sebagai awal dari suatu hari. Manapun yang kita pilih, nggak akan terjadi sesuatu yang hebat yang bisa mengubah dunia. Yang ada hanyalah perbedaan persepsi mengenai sudut pandang kita.

Begitu juga ketika sesuatu terjadi, berakhir atau berawal. Lahirnya seorang bayi, meruapkan akhir dari penantian panjang seorang ibu dalam mengandung dan awal dari kehidupan seorang insan manusia di dunia. Lulus SMA, akhir dari duduk di sekolah dengan sistem classical, dan awal dari kedewasaan kita untuk mulai memilih jalan hidup kelak. Kematian, akhir dari kehidupan, atau awal bagi jiwa kita di dunia sana. Buat yang gay akin dunia sana itu ada, terserah.

Semua memiliki awal dan akhir. Menciptakan perubahan untuk diri kita dan sekitar. Suatu point penting ketika kita bersikap dalam menghadapi perbedaan itu. Banyak orang yang berhasil karena mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Banyak juga yang tetap stagnan untuk tetap diam di tempat. Akhirnya, mereka hanya bisa melihat semua perubahan yang ada, dan tertinggal.

Kalo aku sendiri? Aku lebih suka untuk menyebutnya sebagai akhir dari hari, karena bagiku, gelap malam adalah malam. Dan awal dari suatu hari dan terang pagi adalah awal dari suatu hari.

Comments

Popular posts from this blog

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...

Titik kosong

Sesaat semua terasa mudah memang, lama diri ini terasah dengan ribuan masalah sampai akhirnya kebosanan membawa lelah Tujuan, katakan selamat datang memanjang tenang slalu Tak lupa di akhir lupakan ragu karena memang tak ada bimbang Dan dunia selalu berputar membawakan setiap titik kehidupan pada akhir masa, agar kita tak lupa bahwa bijaksana tak selalu berteman dengan usia sesaat, kosong. datangkan kehilangan panjang menyerah pasrah kalah dan pulang tusukkan pedang panjang perlahan sudah terbiasa jiwaku dengan kegelapan sesuatu yang tak bisa dikatakan nyaman tapi, di sana aku tenang. pelan-pelan berlari menghilang sampai kembali harapan kau berikan sesaat, bahagia lantas berujung pedih terbiasa tak usah kau tanya, sudah kuduga bahwa hati ini bukan milik siapa di antara jalan bercabang masa depan kubertanya, apa yang kau cari di sana teman, penuntun jalan, imam? di saat sholat malam? dan aku pun tersadar belum lama luka ini hilang belum lama perasaa...