Skip to main content

minggu yang melelahkan


Pagi ini bangun dengan badan yang kedinginan. Sialan, nginap di Maguwo ternyata betul-betuk dingin. Padahal masih jogja. Orang kalo tidur jarang pake baju karena kepanasan. Ini nggak. Bis sholat subuh gua langsung pulang ke kos. Entar masih ada ujian kenaikan sabuk taekwondo. Nggak nyangka di tengah jalan berubah pikiran. Sepeda motor dialihkan ke Internet hasil, Warnet yang lumayan terkenal cepat koneksinya di deket kos. Ngupload foto, edit fs, trus cari ebook 5 cm. ga ada. Dapetnya malah lagu kepompongnya sindentosca, juga ebook ga jelas yang bercerita tentang cinta. Setelah berkutat dengan fs, ternyata ada comment-comment yang belum di approve. Lumayan terharu juga ternyata daku ini banyak juga yang perhatian. Setelah dua jam pas internet ria, cabut. Baru sadar kalo nggak bawa dompet. Tas ma hape jadi jaminan deh. Karena keburu-buru, kamar dijadikan kapal pecah pas mau nyari seragam taekwondo dll. Takutnya telat. Sikat gigi, trus cuci muka pake biore, trus cabut. Sampe di yonif (Ujiannya di sarang tentara) kaya orang bego mutar-muter. Akhirnya ketemu rombongan sabuk putih. Dititipin tas. Tak berapa lama, sabuk kuning strip pun datang. Nunggu giliran, trus anak-anak sabuk putih gantian jagain tas-tas kita. Gila, ujiannya lumayan bikin cape. Mana belum sarapan lagi. Banyak juga yang lupa taegeuk. Hendri salah satunya. Pelajaran moral! Latihan jangan Cuma setor uang ma tampang.Berangkat jam 8, trus pulang jam 11. lama juga. Jangan dikira langsung nyantai. Masih latihan drama prancis mpe jam dua. Mana Adi pake acara ngilangin teks prancis lagi. Habis itu, balik, makan, mandi, sholat, bobo.trus, merencanakan kerjaan berikutnya.

Comments

Popular posts from this blog

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

kapan kau kan kembali

"Jangan pernah menjadikan sahabatmu sebagai pacar" Kalimat ini sering kita denger dari temen kita. Mendingan pacaran sama orang yang ga kita kenal sama sekali daripada pacaran ma temen or sahabat. pacaran ma sobat sendiri itu menurut gua sendiri cukup bikin ga enak. Mungkin enak kalo kita pacaran sama orang yang kenal banget ma kita, ngertiin kita, kita tahu dia siapa, dan lain-lain. Taoi semua keindahan itu akan hilang begitu sebuah permasalahan mencuat di antara persahabatan itu sendiri. gua ada beberapa alasan mengapa pacaran ma sahabat itu rada ga enak luka yang ditinggalkan sahabat lebih dalam daripada luka yang ditinggalkan orang asing. Dan itu akan lebih parah kalo kita sering ketemu. Mau nggak mau. Persahabatan bisa aja nggak hanya 2 orang. Persahabatan itu rangkaian dengan teman yang lain juga. Begitu ada yang terputus, yang lain juga terganggu. Selain itu, persahabatan rentan untuk menimbulkan rasa suka. Bisa aja sobat kita dalam kelompok itu juga menyena...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...