Skip to main content

Sebuah alasan untuk tetap menulis


Tugas kebudayaan Indonesia, lumayan bikin gua rajin bikin tulisan ma mbaca. Membaca sesuatu yang sama sekali nggak ada hubungannya dengan bahsa Inggris. Kebanyakan mengenai sesuatu yang baru dan belum pernah disentuh. Kalo akhirnya nggak ada ide yang keluar, terpaksa internet dan cut paste menjadi jalan terakhir. Bukan hal yang mudah untuk menulis.
Yang gua dapetin buat nulis yang baik, seenggaknya kita harus rajin baca. Kalo mo ngomong soal bikin film, ya cari film, referensi tentang film, ato nanya juga ke orang film. Lewat buku tentang film. Juga dibutuhkan rencana yang sistematis. Menulis kadang bisa ngalir kaya banjir, atau kadang macet kaya air keran yang ditutup. Dibutuhkan kerangka. Ini pelajaran yang lumayan berharga yang gua dapetin dari kelas komposisi yang nyaris gua ga ambil mata kuliahnya di semester ini karena nggak tahu mata kuliah ini penting pa kaga. Makasih buat Pak Amin Basuki , S.S., M.A,. Dengan adanya kerangka, menulis jadi lebih terarah dan mudah dimengerti. Trus, jangan malas dan bertujuan lain dalam menulis. Menulis itu sebuah latihan yang harus dilakukan secara kontinyu. Terus-menerus. Dengan demikian kita jadi mudah untuk mengalirkan ide kalo emang udah biasa menulis. Kalo misalnya lama kita nggak nulis, susah banget buat ngeluarin ide lagi. Juga, melihat banyak sekali penulis yang sukses sekarang ini, penulis-penulis baru segera menjamur mengikuti penulis-penulis sukses tersebut. Mereka kira mudah untuk menerbitkan buku dan diterima di sebuah penerbitan. Jadinya, begitu karya mereka ditolak, mereka patah arang. Jadikan menulis itu sebagai suatu cara lain buat ngomong. Dengan demikian, kita akan tetep nulis meskipun banyak hal yang membuat kita pengen berhenti nulis.

Comments

Popular posts from this blog

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...

Titik kosong

Sesaat semua terasa mudah memang, lama diri ini terasah dengan ribuan masalah sampai akhirnya kebosanan membawa lelah Tujuan, katakan selamat datang memanjang tenang slalu Tak lupa di akhir lupakan ragu karena memang tak ada bimbang Dan dunia selalu berputar membawakan setiap titik kehidupan pada akhir masa, agar kita tak lupa bahwa bijaksana tak selalu berteman dengan usia sesaat, kosong. datangkan kehilangan panjang menyerah pasrah kalah dan pulang tusukkan pedang panjang perlahan sudah terbiasa jiwaku dengan kegelapan sesuatu yang tak bisa dikatakan nyaman tapi, di sana aku tenang. pelan-pelan berlari menghilang sampai kembali harapan kau berikan sesaat, bahagia lantas berujung pedih terbiasa tak usah kau tanya, sudah kuduga bahwa hati ini bukan milik siapa di antara jalan bercabang masa depan kubertanya, apa yang kau cari di sana teman, penuntun jalan, imam? di saat sholat malam? dan aku pun tersadar belum lama luka ini hilang belum lama perasaa...