Sesekali aku ingin terbang, seperti musang tanpa takut ketinggian juga deru kebisingan mereka akhirnya meminjamkan satu malam saat aku paksa menari di tengah dingin dan aku terbang, seperti musang
Tak ada lawan, tak ada yang diserang tak ada kawan, tak ada yang menopang tak ada tujuan, sesat perhentian tak ada rumah, keringat tercurah tak ada dosa, surga ternoda tak ada pahala, neraka menganga tak ada waktu, abadi mengilusi tak ada luang, lelap terbayang semua tak ada, semua hampa
Sampai malam nanti, dirimu berbaring menepis tangis berujar dunia tak miliki siapa-siapa tuk dipercaya aku tahu, kisah tak cukup sedetik berbagi perlu seribu lembar kertas wangi dan harum tinta sayangnya, sudah tak ada kau saat semua usai terbawa aliran hujan kebahagiaan membasahi hujan dengan sejuta pelangi yang malu menghiasi pagi hari