Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Beda sisi sama-sama basi

Okeh, kita tahu kalau logo di atas itu logonya komunis. Palu arit. Apakah kemudian saya mendukung komunisme dengan mencantumkan logo tersebut di blog? Sampai hari ini saya belum tahu. Sejujurnya saya sendiri mulai apatis dengan segala bentuk ideologi yang dibicarakan. Camkan, IDEOLOGI YANG DIBICARAKAN. Saya sendiri tidak buta, tentang bagaimana isu komunisme, dan kejadian mbah saya sendiri yang hampir menjadi korban pembantaian, dan di sisi lain, ada orang-orang yang ternyata menjadikan momentum 65 sebagai pintu meraih keuntungan. Bisa dilihat bagaimana kemudian di film Jagal ( Act of Killing)  premanisme seakan dilegalkan diam-diam. Mengapa sampai sekarang saya mencari jalan tengah? Kalau disimak, ideologi seringkali sekedar berhenti di warung kopi. Cukup sampai di situ. Saya belum banyak melihat bagaimana kemudian sistem mengijinkan orang-orang dengan frontal hidup sesuai idealismenya. Di Indonesia sendiri, komunisme membuat banyak orang buta terhadap perbedaan ...

Bersabar menghadapi yang belajar

Entahlah Ini mungkin titik lelah. Titik dimana hampir tak ada kemungkinan melihat sisi yang baik. Sebelumnya mungkin aku mampu belajar dari mereka yang baru belajar. Belajar untuk mencoba hal baru dan melakukan kesalahan yang tidak sepele. Namun batas sabar ini semakin tipis menghadapi mereka yang belajar. Mungkin, pengalaman memang tak cukup menyediakan kesabaran, selain kekuatan mental dan juga pengetahuan, ketika apa yang kita ajarkan seolah penyelamat sementara. Tetap dibiarkan bermain, dan ketika ada yang terluka, mereka yang sudah lebih dulu tahu, dipaksa untuk membenahinya. Setelah sebelumnya, cara-cara yang telah diajarkan, dianggap angin lalu, hanya menyisakan bau

Terang gelap

Saya jengah. Jengah dengan cara-cara yang digunakan oleh banyak orang sebagai pembenaran atas apa yang mereka lakukan. Menjual segala jenis kebaikan sebagai ruang untuk melakukan apa yang dianggap baik dan menjadi alasan justifikasi pihak-pihak lain untuk mencapai tujuan. Saya sendiri mungkin termasuk dalam golongan tersebut. Melihat bagaimana sisi kehidupan yang lain sebagai ruang hitam yang kelak membuat orang-orang di sana tetap terperangkap dan tak mampu keluar darinya. Sementara itu, ada mereka, dalam ruang terang kehidupan, tak bisa melihat batas abu-abu antara ruang gelap dan terang. Pada akhirnya, yang bisa dilakukan adalah memaksa. Menarik mereka dalam ruang gelap untuk pergi ke ruang terang. Tak memberi kesempatan untuk melihat kembali, apa yang mereka miliki di sana. Menerobos masuk dengan obor-obor terang menyilaukan. Pada akhirnya, mereka di ruang gelap ini tersiksa. Mata mereka terbakar. Buta. Sementara itu, ada juga yang takut gelap. Sekedar mampu berteriak-teriak ...

Pas Band-Jengah Fan Art Remake video

Siapa yang nggak muak sama SBY? Siapa yang nggak muak sama politik? Siapa yang nggak muak sama capres yang ada sekarang? Lagu ini saya rasa pas untuk menunjukkan apa yang sesama kawan rasakan. Sehingga diam-diam, potongan berita saya satukan di video klip ini. Not good enough, but yet still trying to tell. That's what want. That's all.

Sunset

Kandang.

Aku tidak terlalu ingat pertemuan terakhir kami. Samar-samar, seingatku ia sedang menempuh semester 1 kuliah. Ia dan aku terpaut jarak 4 tahun, sehingga kalau dilogika, aku masih duduk di kelas 3 SMP. Di semester dua, ia memutuskan untuk bekerja di Jakarta. Memalsukan usia di KTP yang aslinya 19 tahun, menjadi 24 tahun. Dengan paras yang lumayan, dan sifatnya yang riang, dengan cepat ia menjadi pegawai kesayangan. Di pertemuan terakhir itu juga aku melihat bagaimana ia menemukan Jakarta sebagai tempat tinggalnya. Itu saja yang kuingat tentang dirinya. Meraba-raba kembali, bagaimana hubungan kami sebelumnya. Dan sampai hari ini, tidak banyak memang yang dapat kuingat darinya. “Aku sudah lama nggak pulang. Bukan karena tak ingin, tapi mungkin ini yang terbaik” Kabar yang kudengar dari mama, yang diteruskan oleh ayah, dari pembicaraan dengan simbah, memang tidak banyak mengejutkanku. Di Jakarta ia memang menjadi pegawai kesayangan. Pegawai kesayangan kepala divisinya. Sampai ...

The Scientist - Coldplay with lyrics

"Toe" YouTube Mix (playlist)

Pemandian Ratu Boko

Pemandian Ratu Boko , a photo by gthozy on Flickr.

Pasanggrahan Ratu Boko

Pasanggrahan Ratu Boko , a photo by gthozy on Flickr.

Terhimpit

A Jathilan Artist with his bamboo horse in the Trans Jogja Bus

Identitea Cafe

Lets make a glass of milktea: Identitea Cafe

Ketahuan Bapak dan Ibu

Kopral Koprol

Gerobak Kapal

Sekelebat gelap untuk salam sampai jumpa di tengah sesat sesaat

Mereka pernah berkata "Jangan sampai kau tersesat" Dan tak ada penjelasan singkat yang padat Berbusa seribu detik dikali sejuta kesempatan Tanpa ada pengalaman Ada apa di balik sesat. Sesat. Sesaat. Bangsat Terakhir jebakan tersemat di setiap akhir kalimat "Demi tuhan, selamatkan mereka yang tersesat" Tanpa jeda tongkat kayu palang dicungkat Oleh mereka pembawa jubah selamat Sesat. Gelap. Keparat. Bermandikan keringat Panas tubuh berselimutkan obat Sampai juga batas sungai susu akhirat terteguk di antara manisnya debu-debu kiamat menggelegak amarah para juru selamat Jahannam!!! Mampus kau terbakar neraka keramat

Ship of Village

Machine Village

 

Pelambung

Local Hero

Old Diver

Fisherman

Pirate in the dark

Skate Tap

Indonesia treasure

Post Card Lebaran Folded

VW on the roof

Droid: End

Droid

Droid: Prelude

Kisah tak sampai

Komedi Putar Artjog 2013

Graffity Jogja_2

Deer at UGM Valley Metereology Centre