Sri bisa jadi nama dewi padi. Pembawa kesuburan sekaligus pertanda kesejahteraan bagi masyarakat yang hidup darinya. Tak heran juga, jika kemudian banyak orang-orang Jawa mencantumkan Sri pada nama anak-anak mereka. Berharap kelak Sri-sri ini kemudian mampu membawa kebahagiaan dan juga memberikan kelegaan di saat mereka akhirnya mampu mandiri. Bahkan sampai sekarang, di jaman orang bisa menamai anaknya dari beraneka sumber informasi dan rujukan, nama Sri masih menjadi nama standar dan pasaran, khususnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seolah, Sri bukan lagi menjadi kebiasaan, tapi keharusan. Mau tak mau, jika pergi ke pasar dan kebetulan nama depan pedagangnya bernama Sri, jangan lupa untuk bertanya nama belakangnya. Jika tidak, maka anda akan kesulitan untuk berbelanja di tempat Sri yang sama. Di Pasar Cokro Kembang, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, saya kebetulan cukup akrab dengan dua pedagang dengan nama Sri. Nama lengkap mereka Sri Rahayu dan Sri Rejeki . Sama-sama Sr...