Buat mereka, gambar adalah deretan angka yang tercipta oleh warna. Menyusun waktu di antara lubang cahaya sedetik dua. Lantas terbenam Dimana sebuah kamera analog tua berteman dengan tumpukan kabel lainnya. Menanti telunjuk mungil rengkuh lembaran hitam penjaga memoar. Jemari ini sering merasa ragu. Menjaga parasmu, dalam sehelai penangkap gambar. Tanyaku perlahan, apa yang kau simpan? Tanpa kuminta lengkung itu terukir manis di bibir. Demikian cerita sebuah tawa yang selalu kuingat. Erat. Sampai terbiasa berteman pada cahaya, juga peliknya semburat garis gurat geliat gelap. Tanpa tahu akhir dari cerita di dalam kamar gelap. Membasuh sekeping plastik coklat, sebelum akhirnya bergelung di antara tabung. Bisu. Di antara butir pasir, duduk bersila sambil menahan silau cahaya. Terakhir itu kutangkap dirimu dalam lensa kameraku.