Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2009

penyendiri

dunia adalah kanvas tak berwarna untuk seorang pemuja sepi hanya bisa meringkuk tersudut sembari menggenggam ribuan kunci berbisik sendiri bersama waktu agar tak terluka perlahan keping hati yang tersisa harap terlalu lama mengendap untuk itu tetap ia menanti sebatang kecil lilin untuk gantikan ruang kecil penuh gelap dan rasa suram

api kecil

tertinggal dan terlupakan menanti kan ada yang ingat satu sudut bilik kecil di hati terakhir ia jatuh dan rapuh detik mengiring menit rindukan kembali hangat sendiri tak selalu berbeda demi sebuah kecil api

untuk sebuah diam

kabut menembus batas terakhir riak air mengisi apa yang tak pernah terasa sebelumnya mencoba pahami arti sebuah kepingan cinta sampai akhirnya sarat dan tumpah saat malam berikan sepi dan sunyi dunia sisakan khayal tuk tinggal tanpa terbelenggu oleh waktu kelak sayap itu kan terkembang di antara lukisan-lukisan ruang langit maaf jika aku bukan pencipta mimpi memang tak ada ruang yang tersisa khayalan akan surga cukup tergores di atas lapisan debu senyum menggema perlahan di wajah tirus sembunyikan tangis dan perih teriris ia pergi tepat saat dua belas kali lonceng jam berbunyi