Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

I wanna jump and end it all

Domain

Alkisah ada seorang bocah yang senang memlihara gelisah. Mereka ia sampirkan ke dalam kisah-kisah yang renyah.  Ada juga seorang muda yang tak kunjung jadi sarjana. Orang tuanya sudah lama menunda-nunda uang bulanan demi melihatnya wisuda Sementara itu, seorang gadis lelah terus menangis. Kekasihnya terlalu lama menciptakan jarak antara toga dan dirinya. Dan saya, melihat mereka di dalam kenangan yang tak kunjung selesai

Menghargai recehan

Kemarin secara nggak sengaja saya ketemu dengan Didi, temen seangkatan di Persma (Populis) Kampus. Saya di divisi penelitian dan pengembangan, dia di Iklan dan promosi. Yah, bisa dibilang kami cukup merepresentasikan kedua divisi tersebut (Bawaan karakter egois kali ya hahaha)  Dia juga sempat bergabung di organisasi lepas kampus lain. Saya membawahi sub divisi media dan dia di event. Saya lanjut dan dia jarang nongol karena kesibukannya. Sambil nongkrong di warung gampang pindahnya Mbak Jum, penjual jajanan di Sekre Persma kami, saya nyeletuk ke dia.  "Ga mampir ke sekre satunya di?" "Lagi pengen fokus ke kerjaan yang ada recehnya ned" "Kalau mau sih aku bisa urusin" "Ga enak. Pengen membedakan yang proyek idealis sama bener-bener buat duit" Setelah itu ia pergi entah kemana. Dan jawaban darinya masih tertinggal di tempat duduk saya. Yah, sedikit banyak urusan uang diam-diam menjadi kekhawatiran bagi beberapa teman. Saya jug...

gthozy's photostream

gthozy's photostream on Flickr.

Daily Prompt

Pick a random word and do Google image search on it. Check out the eleventh picture it brings up. Write about whatever that image brings to mind. Gw hari ini memilih kata sumpek . Gw pikir gambar yang akan muncul kota, kamar, atau apapun yang bikin gerah. Ga tahunya yang muncul gambar ini. Sumber gambar ini mungkin dari kata-katanya bisa pada nebak, diambil dari forum mana. Yah, kalau ngikutin kata hati, akan banyak muntahan hati yang tidak diluapkan di twitter dan facebook. Gw awalnya memilih buat naruh di blog. Tapi entah kebetulan atau tidak, instruksi iseng dari sebuah blog gw ikutin. What do you think about that picture anyway? Gw hanya bisa melihat sebuah emosi. Emosi dari ekspresi manusia yang ditempelkan sedemikian rupa pada wajah binatang mamalia. Yah, sedikit sulit memang menangkap emosi binatang pada umumnya. Entah karena memang kita terbiasa untuk mengabaikannya, atau justru tak pernah menganggap hewan itu makhluk yang sama ciptaan tuhan. Terlebih an...

Lampu malam

Sejak kapan saya mulai menjadi makhluk malam? Pertanyaan ini sedikit sulit dijawab. Mungkin setelah saya kehilangan waktu untuk pergi di pagi hari. Waktu dimana akan ada alasan kuat untuk beranjak dari kasur yang nikmat. Hangat dan erat. Di antara pulau busa (pulau kapuk udah lama digusur) dan juga guling bantal beraneka rupa. Hey, jadi makhluk malam itu nikmat. Sepi, sunyi, tanpa matahari atau teriakan klakson kendaraan yang sering kita temui di pagi hari. Sekedar melemparkan pandangan ke jalanan, dan akan ada banyak hal yang tak bisa kita saksikan di saat siang, seolah dipajang blak-blakan saat malam.

Jejak Jakarta

 Dalam hati, ada kesal ketika kata Jakarta terungkap. Seolah semua ada di sana, segalanya. Sementara itu lainnya hanyalah seperti kumbang yang berterbangan, bersiap-siap mati di sekitar. Tersengat panasnya cahaya. Jika memang ada yang bertahan, silau lampu seringkali membutakan mata. Melupakan tujuan dan kenangan di belakang.  Arogan. Sederhana tampaknya. Sebuah kesan kota seribu macam manusia. Sayang jika ada mereka yang benar-benar berjalan dalam pilihan, akhirnya tak bisa memunculkan harapan dalam kenyataan hanya karena tidak merata kue-kue harta, atau tahta, juga citra. Apapun lah. Yang jelas, sampai sekarang aku masih tak ingin, meski disana banyak ruang dan juga kesempatan untuk aku berkembang.

Berakar sampai tumbang

pelan tunas-tunas itu memanjang kubiarkan cahaya mentari mengusik dinihari mereka memang tak pantas kalah, mereka tak pantas pasrah sementara satu sayap sudah kau berikan sekali ini aku ingin terbang. melihat dunia untuk kita bahagia. biarkan malam mengajak tertidur dan terpekur sementara ribuan kaki beranjak membawa beban di benak menunggu kapan kelopak mata ini sayu menunggu kapan mereka malu. tertawa bersorak di atas pesta beribu undangan melupakan siapa pelayan siapa yang datang dan pulang tanpa kata sayang dan di pagi hari, sawah-sawah itu hilang terberangus pabrik besi juga air botolan kita hanya bisa menatap dan meratap sekedar sampaikan ilmu, lantas merasa ragu siapa yang seharusnya malu?

Reminder

Kita selalu tahu setelah apa yang terjadi di masa lalu sekedar tahu, dan malu. lantas ia terpendam tuk hilangkan ragu memilih, memilah, dan terpisah. supaya tak ada lagi susah jalan ini adalah pilihan, maka perjuangkan pengorbanan. seberapa dalam kepuasan ini terkecap sedalam itu kelegaan pada akhirnya kita rasakan. karena setiap keinginan harus ada yang dikorbankan. tuk melihat keberuntungan, setelah berjuang bertemu kesempatan tak semua hal bisa kita dapatkan. karena kita bukan tuhan karena akhirnya kita berjuang, dan meletakkan hasilnya karena itu doa ini kupanjatkan

[IM-HAN] Belajar asyik ala teman-teman di Jogja

Kepada temanku generasi penerus Indonesia... Hey kamu pembaca surat ini, apa kabar? Semoga surat ini bisa menyampaikan salam hangat dariku meski kita belum saling mengenal. Sebelumnya perkenalkan, namaku Juned. Lengkapnya Junaedi Ghazali. Masih belajar di sebuah Kota Pelajar. Bisa tebak dimana tepatnya? Yup, Yogyakarta, atau lebih terkenal dengan nama pendeknya, Jogja. Aku bukan asli Jogja. Kota lahirku Singkawang, Kalimantan Barat. Sebelum akhirnya menginjakkan kaki ke kota ini, sebelumnya aku pernah tinggal juga di Sragen dan Surakarta. Keduanya berada di Jawa Tengah. Dari ketiganya, Jogja merupakan kota yang paling berkesan dan paling sulit ditinggalkan. Mengapa? Kamu harus tahu cari sendiri jika belum pernah ke kota ini. Ada yang bilang, melihat gambar dan merasakan langsung apa yang ada di gambar terasa berbeda bukan? Berada di kota ini membuatku bertemu banyak orang dari penjuru dunia, bukan hanya Indonesia. Semua dengan tujuan yang sama, belajar. Mungkin kamu ber...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...

How does it feel dude?

Cause we are just have fun isn't?

Kabar hujan di tengah malam

Belum kering gerimis tengah malam hangat tom yam atau bumbu kari menyelimuti gorengan tipis, seperti gerimis di tengah malam kapan lalu singkat kata terbaca buat apa lelaki di dunia, sekedar pelengkap wanita kupercaya sebaliknya belum kering gerimis tengah malam tipis, seperti tangis yang mengiris sampai hilang tersesap manis

Titik kosong

Sesaat semua terasa mudah memang, lama diri ini terasah dengan ribuan masalah sampai akhirnya kebosanan membawa lelah Tujuan, katakan selamat datang memanjang tenang slalu Tak lupa di akhir lupakan ragu karena memang tak ada bimbang Dan dunia selalu berputar membawakan setiap titik kehidupan pada akhir masa, agar kita tak lupa bahwa bijaksana tak selalu berteman dengan usia sesaat, kosong. datangkan kehilangan panjang menyerah pasrah kalah dan pulang tusukkan pedang panjang perlahan sudah terbiasa jiwaku dengan kegelapan sesuatu yang tak bisa dikatakan nyaman tapi, di sana aku tenang. pelan-pelan berlari menghilang sampai kembali harapan kau berikan sesaat, bahagia lantas berujung pedih terbiasa tak usah kau tanya, sudah kuduga bahwa hati ini bukan milik siapa di antara jalan bercabang masa depan kubertanya, apa yang kau cari di sana teman, penuntun jalan, imam? di saat sholat malam? dan aku pun tersadar belum lama luka ini hilang belum lama perasaa...

Berserah Diri

Apa esensi ulang tahun bagi manusia? Beberapa memilih untuk merayakannya sebagai simbol kebahagiaan bahwa ia telah mampu bertahan selama hidupnya. Beberapa lainnya memilih menjadikan ulang tahun sebagai momentum intropeksi bahwa umurnya semakin pendek.  Buat saya, ulang tahun adalah momen untuk melihat orang di sekitar. Jujur, teknologi diam-diam membuat beberapa bagian yang menyenangkan dalam hidup terasa tak bermakna. Dengan mudah satu ucapan selamat mampir, ketika notification  facebook muncul. Saya sendiri sebenarnya cukup terbantu dengan fasilitas tersebut, dan memilih untuk merayakan beberapa ulang tahun teman dengan kesungguhan. SMS dan telepon terasa mahal harganya sekarang.  Saya sendiri dengan sengaja menyembunyikan tanggal lahir di fb. Bukan mau sok eksklusif, tapi karena saya mudah tidak suka dengan ucapan basa-basi yang dipaksakan. Untuk beberapa teman dekat yang tidak mengucapkan, tidak begitu saya ambil pusing. Perhatian mereka sudah cukup dikala...

Welcome, 23

Putri tak tahu rumahnya

Gadis kecil itu bernama putri 18 tahun hidup di dunia belajar mengenal makna manusia juga arti akan cinta gadis kecil itu bernama putri berpindah hati sudah biasa baginya mengerti laki-laki seolah tradisi tiga kali berganti pacarnya  Sekarang putri bukan gadis kecil lagi sekarang putri sudah berhenti mencari putri mungkin lelah membagi arti bahagia itu sendiri Kemarin si putri bunuh diri

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

Sejejak kopi

Kopi yang enak itu gimana? Mungkin kau perlu mencintai filosofi kopi Atau cinta dalam gelas Ketika kesempurnaan bertemu kesederhanaan Ketika Manusia mencintai batas kemampuan Sembari mengaca pada jalinan gula dan kopi Sembari membaca pesan di sore hari

Tanpa nama

Ikatan ini tak bernama untuk segelas kopi dingin dalam perjalanan delapan jam Kita bersahabat dengan kaca juga kelebat semuanya bergerak ke belakang seolah tubuh ini tahu kemana tujuan padahal ia hanya diam

Akhirnya, MLP

Yeah, akhirnya kesampaian juga nonton Musikal Laskar Pelangi. Diam-diam, ekspektasi saya yang cukup tinggi pada adaptasi Novel Andrea Hirata ini akhirnya terlunasi. Sebelumnya, saya ga mau memasang harapan tinggi-tinggi dari Drama Musikal ini. Sekian tahun mengikuti tulisan Andrea Hirata, sejujurnya saya bosan. Ia tidak banyak beranjak untuk menulis selain dari kehidupan pribadinya. Memang apa yang ia tuliskan menghadirkan nuansa baru pada novel-novel di rak toko buku. Kehidupan, bahasa, dan juga celetukan kehidupan akar rumput di Belitong sana. Apalagi jika kemudian, Laskar Pelangi seolah menjadi one hit maker. Satu terbitan bagus dari tulisan Andrea Hirata, setelah itu sudah. Jujur aja sih, habis Laskar Pelangi, novel lainnya belum sebaik nasibnya dengan sang pendahulu. Pendapat itu juga mungkin dikarenakan saya sering membaca karya novelis yang senang berganti tema, tapi tetap terasa nuansa penjiwaannya. Simpel, sederhana, tapi mengena. Kalau detilnya karya siapa, itu Dee . Di bel...