Dulu, jaman SMP kelas satu guru ekonomi saya pernah mengatakan,"Kebutuhan akan selalu bergeser bukan lagi berdasarkan tingkatan uang, tapi pemikiran" Pada akhirnya, apa yang beliau katakan menjadi kenyataan. Kebutuhan primer bukan lagi sandang, pangan dan papan. Kebutuhan sekunder bukan lagi pendidikan dan bahan bacaan. Namun tidak dengan kebutuhan tersier. Di saat semua pergeseran beralih ke arah bawah, kebutuhan tersier tetap pada tempatnya. Selalu berbeda dan mahal harganya. Begitu juga dengan mimpi dan harapan. Semakin bertambah usia, pelan-pelan saya merasakan bahwa mimpi dan harapan selalu berpindah-pindah posisinya. Seiring waktu pelan-pelan saya merasakan bahwa mimpi dan harapan merangkak naik posisinya. Ketika saya kecl, tak ada beban untuk mengatakan mau jadi apa di saat saya besar nanti. Begitu juga dengan teman-teman TK lainnya. Jika mereka melihat Susan menyanyi, kalau besar mau jadi dokter, semua mau jadi dokter. Ketika mereka melihat, menjadi wartawan adalah ha...