Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2012

Sejejak kopi

Kopi yang enak itu gimana? Mungkin kau perlu mencintai filosofi kopi Atau cinta dalam gelas Ketika kesempurnaan bertemu kesederhanaan Ketika Manusia mencintai batas kemampuan Sembari mengaca pada jalinan gula dan kopi Sembari membaca pesan di sore hari

Tanpa nama

Ikatan ini tak bernama untuk segelas kopi dingin dalam perjalanan delapan jam Kita bersahabat dengan kaca juga kelebat semuanya bergerak ke belakang seolah tubuh ini tahu kemana tujuan padahal ia hanya diam

Akhirnya, MLP

Yeah, akhirnya kesampaian juga nonton Musikal Laskar Pelangi. Diam-diam, ekspektasi saya yang cukup tinggi pada adaptasi Novel Andrea Hirata ini akhirnya terlunasi. Sebelumnya, saya ga mau memasang harapan tinggi-tinggi dari Drama Musikal ini. Sekian tahun mengikuti tulisan Andrea Hirata, sejujurnya saya bosan. Ia tidak banyak beranjak untuk menulis selain dari kehidupan pribadinya. Memang apa yang ia tuliskan menghadirkan nuansa baru pada novel-novel di rak toko buku. Kehidupan, bahasa, dan juga celetukan kehidupan akar rumput di Belitong sana. Apalagi jika kemudian, Laskar Pelangi seolah menjadi one hit maker. Satu terbitan bagus dari tulisan Andrea Hirata, setelah itu sudah. Jujur aja sih, habis Laskar Pelangi, novel lainnya belum sebaik nasibnya dengan sang pendahulu. Pendapat itu juga mungkin dikarenakan saya sering membaca karya novelis yang senang berganti tema, tapi tetap terasa nuansa penjiwaannya. Simpel, sederhana, tapi mengena. Kalau detilnya karya siapa, itu Dee . Di bel...

Begadang, Laptop, Kopi dan rokok

Menari dalam garis bayang

Sementara tubuhnya terbaring tak utuh terbenam dalam dekapan selimut hangat jiwanya pergi menari. mencari remah-remah hasrat yang pernah tersirat "ijinkan aku membuka bukumu" dan jemari mungil itu perlahan mulai menggores garis. disana mereka lepaskan semua beban yang tersimpan bebas berteriak dan juga menghidupkan semua impian berlari di atas lapisan tipis rembulan yang memantul di atas danau pinggir lubang khayalan menjadi malaikat terindah yang pernah singgah tuk terbang habiskan langit siang dan malam lalu sisakan tumpukan sayap-sayap patah garis pena yang ada disana perlahan menipis oleh tangis juga air mata yang tak pernah habis disanalah jiwanya berkisah. dalam jilidan kertas basah tertimpa bulatan dari tetesan lingkar yang memudar "ijinkan aku tinggal, dan biarkan hidupku berputar" yah, demikianlah cerita yang ada di dunia berakhir saling menari di antara garis tipis tokoh ilusionis berakhir saat tertutupnya tabir.

Jajanan Pasar

Setiap berjalan ke pasar, jajanan pasar selalu sukses membuat saya berhenti sejenak dan kemudian gatal buat merogoh kantong demi beberapa potong kue basah atau cemilan. Jenisnya yang beragam, harga yang terjangkau dan juga obrolan kecil bersama pedagang membuat saya betah dan tak pernah kapok untuk selalu melakukannya.  Di Jogja sendiri, ada dua Pasar yang sering saya rekomendasikan untuk jajanan pasarnya. Pasar pertama adalah Pasar Demangan. Seorang senior memperkenalkannya ketika suatu hari saya meminta tolong buat mencarikan konsumsi buat sebuah acara. Posisinya tidak terlalu jauh dari Kampus UNY maupun UGM, tepat di pinggir jalan Gejayan. Letaknya yang tak jauh dari jalan ini juga yang kemudian sering menimbulkan kemacetan. Los yang menjual jajanan ini terletak di tengah-tengah pasar. Jika orang nggak ngerti, akan sedikit sulit menemukannya.  Pasar lain yang saya rekomendasikan untuk mencari jajanan pasar adalah Pasar Kranggan. Berbeda dengan Pasar De...