Skip to main content

Posts

Showing posts from 2008

Sudah mulai tua

Bayangan kepada warna sebuah senja Mengajakku untuk melihat sayap malaikat Sedikit mengajak jiwa mengenang ratapan tua Disaat samar-samar tubuh ini menerawang angin malam Mendekap erat memori indah Ketika sebuah senyuman darimu membekas dalam Tanpa sadar, tetes ini mengalir melewati bekas waktu Terukir jelas di wajah yang tak lagi indah Terima kasih untuk duduk menemani malam Saat gelap membayangi bulan Menemani diriku apa adanya Sampai kelak jiwa ini mulai tak merasa

Sebuah sore

Langit menutupi udara dengan gelap siang Berarak pelan-pelan bersama dingin angin Memaksaku untuk tetap duduk menunggu Dengan sebuah lembar tiket terakhir malam ini Udara terkoyak oleh sayap-sayap rajawali raksasa Merambat di daratan untuk pergi tak kembali Lewat alur-alur air menembus pandangan Keberadaan perantara sejenak aku pergi Sebenarnya selimut hatiku adalah takut Ketika terpaksa jiwa ini pergi Menyeberangi langit demi satu kehendak pasti Merenungkan tempat nanti untuk kembali Enam puluh menit lebih ku terpaku di kursi biru ini Menerangkan kata-kata tak pasti dalam hati Berharap sebuah ketukan akan membuatku berhenti Kurasa, saatnya aku pergi

Sebentar

Mungkin perlahan suaraku membosankan dan datar Namun, semua ini berarti ketika dingin menggetarkan Menunggu ransum ke dalam jiwa yang kering Hanya untuk menerima belaian dari kasarnya ibu pertiwi Dan semua Tetap membuatmu hina Karena bayang sang kaya Dan miskin tak berharga Disini aku marah untuk semua sampah Yang hanya bisa pasrah ketika mereka kalah Disini kuhanya bisa menangis ketika jiwamu beranjak tipis Dalam hidup kejam mendekap segenap tragisnya nasib

Rapuh untuk lelah

Membimbing hari dalam keterbukaan indera Dengan perantara langit beserta udara seisinya Ketika nyawa kita kembali untuk berdiri sejenak Dalam wujud dengan nama manusia abadi Sejenak hanya kita yang mampu untuk berlari setelah aliran merah merambat ke atas kepala Dan angin meredam segera kemarahan dalam-dalam Pecah semua ironi kekosongan Akan ada nenti jiwa-jiwa sepi Mengajakku menari dalam tawa iringan gitar tua seorang bapa

Jejak yang tertinggal

Salahkah kalau berjalan sesekali melirik ke belakang Memeluk apa yang tersisa untuk bekal dalam masa depan Hanya itu yang ingin kulakukan sebagai tanda peringatan Dirimu pernah singgah dulu hatiku Ingin kutinggalkan masa lalu tetap di belakang bayang-bayang Tapi nggak bisa wahai kekasih Terlalu membekas dan menorehkan kenangan Terlalu indah untuk dilupakan dalam angan Ku tak meminta kau ada untukku Karena kutahu semua itu tak mungkin bagiku Memelukmu seperti dulu Membelai wangi rambutmu dalam nafasku Teriakan kepedihan mungkin tak terperikan Membuat semuanya sedikit mengurangi kesedihan Karena itu tak apa aku kau tinggalkan Kutahu semua itu lebih baik bagimu

paper

Setitik simbol menetes kembali Berselisih sehari ia terungkap Lewat bibir seorang bijak Dan lukisan kata dalam novel Tentang pertentangan hubungan jiwa Mungkin dimensi ini tak pernah ada Karena mata bukan apa-apa Sejenak menimbulkan keraguan Demi arti sebuah kedamaian Dalam tembok tak tembus pandang Menunggu petir menelusupkan kejutan Lewat kertas dan tinta hitam Ia datang Menunggu dalam keheningan Bukan hati seorang teman

Tembok kesepian

Rangkaian kesedihan menjamah sejuknya hati ini Mengajak pergi kebahagiaan dalam rintik hujan Dan deraan angin malam bersama kelelawar hitam Semua itu kelam Sedikit saja tersisa akan keinginan diri ini Untuk menjenguk sedikit hangatnya cinta Bayangan diri ini sudah suram Ketika petang tadi menjelang Untuk mati saat ini

Adakah besok

Dalam awal tidur malam ini Sejenak mata ini menyongsong gelap mimpi Berharap akan ada matahari pagi Menyongsong sebuah nyawa manusia Di tangan sang malaikat izrail Atau pelukan malam dingin Memilih untuk tetap berjalan sendirian Dalam hampa akan ketiadaan tuhan Serta sepercik air di pagi hari Mengajak sujud pada mentari Serta menghapuskan segenap ketakutan Kelak di neraka sana Akankah kita tahu Irama jiwa tanpa raga Tidur dengan nyenyak dalam alam barzah Atau menjerit sakit dengan siksa sebelum kiamat Aku nggak tahu

Jalan ini bukan untukku

Merayap segenap langkah dalam lumpur Dalam menghisap seluruh rasa akan damai Menghembuskan kabut asap bersama malam Menyelimuti kebahagiaan sesaat Dalam larutan kepalsuan Kuberlari sejenak untuk tersadar akan arti kehidupan Ketika aku sudah melihat wujud keraguan Di dalam kejamnya hati yang rusak ini Sebatang rokok menemani langkahku Mengajak udara sedikit berperasaan sedih Saat tak ada lagi terang pagi dalam malam Mungkin setan dulu pernah sayang kepada tuhan Dulu, dulu sekali, saat Adam dalam bayangan Atau sekarang juga masih Tapi dengan sedikit pengabdian Sebagai predikat antagonis drama kehidupan Saat ini Dan aku ingin berkawan dengan setan Ketika kelak kejahatan juga berubah menjadi kebaikan Maukah memelukku dalam hangatnya hati Dan menemaniku tidur hanya untuk malam ini Agar malaikat juga mau berteman denganku Di surga neraka dunia

Mendung sejenak di pagi hari

Dalam mentari pagi hangat menjelang Mengajak burung kecil bernyanyi dengan ramainya Sedikit embun di daun menguap Menghilang perlahan seakan terbang Lalu malang datang Menghilangkan selimut kebahagiaan dalam Sejenak Membuat segenap jiwa sembunyi Dalam ketakutan akan tuhan Serasa selamanya akan hidup Dengan kegelapan Tapi bukan siapapun yang bertanggung jawab Akan kesendirian yang sekarang ada Karena tugas sebagai makhluk tuan sudah selesai Selamat tinggal Terkadang mengajak kita berjalan Ke jalanan di masa lalu Merenungkan Akan arti jejak langkah di belakang Serta bayang-bayang Rasa cinta yang tulus Untuk segenap jerit tangis dan ratapan Di atas batu nisan

Lampu jalan

Lampu jalanan merah Menyinari langkah anak-anak tuhan Dengan kepolosan dan mimpi masa depan Meski itu tak pasti dengan ilusi memenuhi Lampu jalanan kuning Membawa sepotong kain-kain putih Dengan debu dan asap pelepas lara Receh demi receh memenuhi tangan-tangan hampa Lampu-lampu jalan hijau Mengiringi detik waktu di saat mengalir Berharap hari esok jadi lebih baik Demi jiwa-jiwa suci yang terseret dalam bait-bait cinta

Laju sebuah kereta tua

Derakan kayu-kayu bantalan rel Membawa iringan irama kesepian Sebentar ia datang Melewati bening kaca setelah retak Oleh batu-batu dengan sayap kecil Yang diberikan tangan orang miskin Ia tersenyum Kemudian buku itu ia simpan Menatap dalam kata-kata Ia tahu aku bukan siapa-siapa Tapi itu semua tak memiliki makna Karena aku dan dia sama Merindukan kebahagiaan dalam pelarian Tertunda saat malam menjelang Ketulusan dan kebaikan bukanlah perantara Tujuan-tujuan murni dari nurani Tak lama tapi tak sebentar Bunga-bunga itu menyelip Di sela-sela rapuhnya tembok baja Dia akan turun di perhentian berikutnya

IZRAIL

Separuh perjalanan saat ini Mungkin akan kita ulang sampai mati Layaknya putaran dunia Seakan semua yang nanti kau hadapi Nggak ada artinya kalau hidup tanpa mimpi Aku tak bermaksud mengetuk lagi sudut pintu Rumah tuhan dalam bilik hati Perasaan akan ketidakpastian akan ragu Membisikkan kepastian itu sendiri Untuk lagu tanpa banyak melodi Biar saja merah menjamah amarah Tertutup oleh segenap kebohongan tanpa rasa suci Menghitam dalam darah dengan segenap sanggah Tapi pasti untuk hidup kelak setelah ini Menepikan malaikat untuk jalanan sepi Tangan rapuh dengan kulit kertas Tak pantas rasanya bila harus menyentuhnya Halusnya keindahan dari sebuah jiwa Bukan apa-apa jika kulewatkan semua Sebab detik dan helaan nafas ini sudah tersisa satu-satu

Apa

Hanya waktu Benar, hanya waktu Yang akan membisikiku tentang Kemarin, sekarang, atau besok Terus mengapa? Waktu bukan saat kita diam Secepat kilat menerawang Akan diamnya

irama kepastian

Sebuah melodi yang menghanyutkan pikiran ke masa lalu untuk menyesali apa yang kau lakukan. Meresapi hati serta membuka kenangan akan hampa dunia. Perih, sedih, kemudian hanya bisa merintih. Ragukah diriku akan keputusan yang pernah ada? Layaknya patung yang berdiri tegak dengan rangka besi beton, begitu juga hatiku. Kalaupun tidak, tak pernah ada kebahagiaan setelah keberhasilan. Apabila semua titik lelah, tetesan darah, dan segenap air mata tergantikan dengan selembar kebahagiaan dari tuhan

Sudah mulai tua

Bayangan kepada warna sebuah senja Mengajakku untuk melihat sayap malaikat Sedikit mengajak jiwa mengenang ratapan tua Disaat samar-samar tubuh ini menerawang angin malam Mendekap erat memori indah Ketika sebuah senyuman darimu membekas dalam Tanpa sadar, tetes ini mengalir melewati bekas waktu Terukir jelas di wajah yang tak lagi indah Terima kasih untuk duduk menemani malam Saat gelap membayangi bulan Menemani diriku apa adanya Sampai kelak jiwa ini mulai tak merasa

kosong

Apa yang dilihat dari gambar ini? bulan, aer atau semuanya? malam? pertama kali ngeliat gambat ini jelas sekali kalo sebenarnya aku fokus ke bulan. kenapa? soalnya posisi bulan saat itu ditengah, full, terus juga yang bagus. lalu? malam yang sebenarnya aku pengen keluarin. malam selalu berteman dengan hitam juga kelam dan perlambang jahat lalu? aku bersahabat dengan malam karena di malam aku bisa menghilang sejenak dan tidur ketika siang menjelang terbang

dulu gua juga maba

Sebentar lagi kampus bakalan ditambahin mahasiswa-mahasiswa baru. Jadi inget diri sendiri pas dulu mau masuk kuliah. Habis UAS langsung ke Jawa buat ikutan bimbel di NF. Berangkatnya maDefo. Gua nggak tahu entar SPMB tu gimana, jadinya ngmabil les IPC. Pagi IPA, sorenya IPS. Malem ? ambruk. Di minggu pertama bimbel, ambruk. Ketemu ma makhluk ajaib yang namanya bambang. Cocok banget ma gua. Sama-sama anak jauh. Ketemu lagi ma agnes. Anak transfer dari Jakarta. Bersama kita berjuang buat mencapai target kita. Buat spmb IPS, nilai gua aman-aman aja. Di IPA, standard. Akhirnya, SPMB. Biz tu gua langsung mudik Ma Defi lagi. Di kapal ketemu ma Henny. Katanya ikutan SPMB di Semarang. Dua mingggu dihabisin di rumah. Trus malem-malem tanggal 2 Agustus 2007 kalo ga salah, gua lihat nama gua di Layar warnet komputer. 10.000 buat tiga jam. Siang-siang udah mesen tempat. Dasar warnet baru. Hebatnya, dari sekian banyak anak yang OL malem itu yang ketrima Cuma gua. Padahal yang lain spmbnya di prop...

24.00/00.00

Sebuah judul membingungkan, milih tanggal dan jam sebagai judul. Kenapa? Dua-duanya sama kan ? Iya, sama. Tapi masing-masing memiliki penafsiran yang berbeda. Satunya sebagai akhir dari suatu hari, sedang yang satunya sebagai awal dari suatu hari. Manapun yang kita pilih, nggak akan terjadi sesuatu yang hebat yang bisa mengubah dunia. Yang ada hanyalah perbedaan persepsi mengenai sudut pandang kita. Begitu juga ketika sesuatu terjadi, berakhir atau berawal. Lahirnya seorang bayi, meruapkan akhir dari penantian panjang seorang ibu dalam mengandung dan awal dari kehidupan seorang insan manusia di dunia. Lulus SMA, akhir dari duduk di sekolah dengan sistem classical, dan awal dari kedewasaan kita untuk mulai memilih jalan hidup kelak. Kematian, akhir dari kehidupan, atau awal bagi jiwa kita di dunia sana . Buat yang gay akin dunia sana itu ada, terserah. Semua memiliki awal dan akhir. Menciptakan perubahan untuk diri kita dan sekitar. Suatu point penting ketika kita bersikap dalam me...

Bo’ong

Kapan terakhir kali kamu berbohong? Pertanyaan yang biasa aja yah? Tapi bakalan menjadi suatu hal yang menyebalkan ketika seorang yang kita bohongin itu ngerti kalo kita bohong. Okelah kalau orang itu bisa ngerti. Tapi kalo berkali-kali dan semua ketahuan, akibatnya bakalan ancur. Gua punya temen yang suka ngibul. Dari tingkah lakunya yang Over Acting, nggak peduli sekitar, hal yang paling nggak suka adalah ngibulnya. Finally, gua males buat ngedengerin kata-kata dia. Apalagi kalo diulang-ulang. Kaya gini nih. “Joe, dompet gua hilang” “Kapan?” Gua pura-pura ngedengerin. “Kemarin, pas makan di sunmor” Padahal gw tahu kebiasaannya naruh dompet di tas. “Trus?” “Minjem duit loe bisa ga?” Gantian gua yang bo’ong “Yah, tahu sendirilah” Gua liatin isi dompet gua. Selembar 10 ribuan dan beberapa recehan. Kebiasaan gua, dompet isinya hanya beberapa rupiah. Kalo perlu, baru ke ATM. Pengalaman seorang teman yang pernah kehilangan dompet, dan kembali (Hanya dompetnya) membuatku melakukannya Dan ak...

minggu yang melelahkan

Pagi ini bangun dengan badan yang kedinginan. Sialan, nginap di Maguwo ternyata betul-betuk dingin. Padahal masih jogja. Orang kalo tidur jarang pake baju karena kepanasan. Ini nggak. Bis sholat subuh gua langsung pulang ke kos. Entar masih ada ujian kenaikan sabuk taekwondo. Nggak nyangka di tengah jalan berubah pikiran. Sepeda motor dialihkan ke Internet hasil, Warnet yang lumayan terkenal cepat koneksinya di deket kos. Ngupload foto, edit fs, trus cari ebook 5 cm. ga ada. Dapetnya malah lagu kepompongnya sindentosca, juga ebook ga jelas yang bercerita tentang cinta. Setelah berkutat dengan fs, ternyata ada comment-comment yang belum di approve. Lumayan terharu juga ternyata daku ini banyak juga yang perhatian. Setelah dua jam pas internet ria, cabut. Baru sadar kalo nggak bawa dompet. Tas ma hape jadi jaminan deh. Karena keburu-buru, kamar dijadikan kapal pecah pas mau nyari seragam taekwondo dll. Takutnya telat. Sikat gigi, trus cuci muka pake biore, trus cabut. Sampe di yonif (Uji...

Sebuah alasan untuk tetap menulis

Tugas kebudayaan Indonesia , lumayan bikin gua rajin bikin tulisan ma mbaca. Membaca sesuatu yang sama sekali nggak ada hubungannya dengan bahsa Inggris. Kebanyakan mengenai sesuatu yang baru dan belum pernah disentuh. Kalo akhirnya nggak ada ide yang keluar, terpaksa internet dan cut paste menjadi jalan terakhir. Bukan hal yang mudah untuk menulis. Yang gua dapetin buat nulis yang baik, seenggaknya kita harus rajin baca. Kalo mo ngomong soal bikin film, ya cari film, referensi tentang film, ato nanya juga ke orang film. Lewat buku tentang film. Juga dibutuhkan rencana yang sistematis. Menulis kadang bisa ngalir kaya banjir, atau kadang macet kaya air keran yang ditutup. Dibutuhkan kerangka. Ini pelajaran yang lumayan berharga yang gua dapetin dari kelas komposisi yang nyaris gua ga ambil mata kuliahnya di semester ini karena nggak tahu mata kuliah ini penting pa kaga. Makasih buat Pak Amin Basuki , S.S., M.A,. Dengan adanya kerangka, menulis jadi lebih terarah dan mudah dimengerti...

takut

kata pak ustadz yang ngisi pengajian tadi pagi, sebagai muslim kita harus takut kepada 6 hal Allah,karena jangan-jangan Allah bakalan mencabut keimanan kita ketika sudah sakaratul maut Malaikat Rakib dan Atid, karena jangan-jangan kelak catatan kita dipertontonkan di akhirat dengan penuh hal-hal yang memalukan Takut kepada setan,karena jangan-jangan setan merusak amal kia Kepada malaikat Izrail, karena jangan-jangan nyawakita dicabut ketika sedang tidak beriman Dunia, karena dunia terlena sehingga lupa kepada akhirat.Namun bukan berarti kita harus melupakan dunia, karena dunia adalah kendaraan untuk menuju akhirat Keluarga, karena jangan-jangan kita sibuk mengurusi tentang keluarga sehingga tidak sempat beribadah. itu doang,sebagai nasihat kecil untuk kita sebagai manusia

kapan kau kan kembali

"Jangan pernah menjadikan sahabatmu sebagai pacar" Kalimat ini sering kita denger dari temen kita. Mendingan pacaran sama orang yang ga kita kenal sama sekali daripada pacaran ma temen or sahabat. pacaran ma sobat sendiri itu menurut gua sendiri cukup bikin ga enak. Mungkin enak kalo kita pacaran sama orang yang kenal banget ma kita, ngertiin kita, kita tahu dia siapa, dan lain-lain. Taoi semua keindahan itu akan hilang begitu sebuah permasalahan mencuat di antara persahabatan itu sendiri. gua ada beberapa alasan mengapa pacaran ma sahabat itu rada ga enak luka yang ditinggalkan sahabat lebih dalam daripada luka yang ditinggalkan orang asing. Dan itu akan lebih parah kalo kita sering ketemu. Mau nggak mau. Persahabatan bisa aja nggak hanya 2 orang. Persahabatan itu rangkaian dengan teman yang lain juga. Begitu ada yang terputus, yang lain juga terganggu. Selain itu, persahabatan rentan untuk menimbulkan rasa suka. Bisa aja sobat kita dalam kelompok itu juga menyena...

next step

salah ga kalo kita punya karakter yang melawan arus salah ya kalo kita beda selama aku nggak merugikan orang secara langsung, i think its no problem but?!! what the hell!!! gue kira kuliah bisa membuka mata teman-teman dalam arti kompetisi bisa membuka mata mereka akan arti hidup! its real life boys!!! dont think you can take everything easily here i've been struggling! oke, ill change cukup kan ngomong dong di depan!

My first Posting

sebenarnya, udah banyak blog yang udah gw bikin. Tapi...kemalasan makhluk bernama Gthozy (ini kayanya sisi gelapku). Bukan ding...semua ada alasannya 1. dulu di kalimantan, mahal banget internet 2.lebih sering edit fs 3.cape deh...(males) dan akhirnya, blog ini tercipta. Selamat untuk kelahirannya. Jam 11.37 tanggal 12 februari 2008. aduh 2 hari lagi va(f**)lentine nih