Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2008

dulu gua juga maba

Sebentar lagi kampus bakalan ditambahin mahasiswa-mahasiswa baru. Jadi inget diri sendiri pas dulu mau masuk kuliah. Habis UAS langsung ke Jawa buat ikutan bimbel di NF. Berangkatnya maDefo. Gua nggak tahu entar SPMB tu gimana, jadinya ngmabil les IPC. Pagi IPA, sorenya IPS. Malem ? ambruk. Di minggu pertama bimbel, ambruk. Ketemu ma makhluk ajaib yang namanya bambang. Cocok banget ma gua. Sama-sama anak jauh. Ketemu lagi ma agnes. Anak transfer dari Jakarta. Bersama kita berjuang buat mencapai target kita. Buat spmb IPS, nilai gua aman-aman aja. Di IPA, standard. Akhirnya, SPMB. Biz tu gua langsung mudik Ma Defi lagi. Di kapal ketemu ma Henny. Katanya ikutan SPMB di Semarang. Dua mingggu dihabisin di rumah. Trus malem-malem tanggal 2 Agustus 2007 kalo ga salah, gua lihat nama gua di Layar warnet komputer. 10.000 buat tiga jam. Siang-siang udah mesen tempat. Dasar warnet baru. Hebatnya, dari sekian banyak anak yang OL malem itu yang ketrima Cuma gua. Padahal yang lain spmbnya di prop...

24.00/00.00

Sebuah judul membingungkan, milih tanggal dan jam sebagai judul. Kenapa? Dua-duanya sama kan ? Iya, sama. Tapi masing-masing memiliki penafsiran yang berbeda. Satunya sebagai akhir dari suatu hari, sedang yang satunya sebagai awal dari suatu hari. Manapun yang kita pilih, nggak akan terjadi sesuatu yang hebat yang bisa mengubah dunia. Yang ada hanyalah perbedaan persepsi mengenai sudut pandang kita. Begitu juga ketika sesuatu terjadi, berakhir atau berawal. Lahirnya seorang bayi, meruapkan akhir dari penantian panjang seorang ibu dalam mengandung dan awal dari kehidupan seorang insan manusia di dunia. Lulus SMA, akhir dari duduk di sekolah dengan sistem classical, dan awal dari kedewasaan kita untuk mulai memilih jalan hidup kelak. Kematian, akhir dari kehidupan, atau awal bagi jiwa kita di dunia sana . Buat yang gay akin dunia sana itu ada, terserah. Semua memiliki awal dan akhir. Menciptakan perubahan untuk diri kita dan sekitar. Suatu point penting ketika kita bersikap dalam me...

Bo’ong

Kapan terakhir kali kamu berbohong? Pertanyaan yang biasa aja yah? Tapi bakalan menjadi suatu hal yang menyebalkan ketika seorang yang kita bohongin itu ngerti kalo kita bohong. Okelah kalau orang itu bisa ngerti. Tapi kalo berkali-kali dan semua ketahuan, akibatnya bakalan ancur. Gua punya temen yang suka ngibul. Dari tingkah lakunya yang Over Acting, nggak peduli sekitar, hal yang paling nggak suka adalah ngibulnya. Finally, gua males buat ngedengerin kata-kata dia. Apalagi kalo diulang-ulang. Kaya gini nih. “Joe, dompet gua hilang” “Kapan?” Gua pura-pura ngedengerin. “Kemarin, pas makan di sunmor” Padahal gw tahu kebiasaannya naruh dompet di tas. “Trus?” “Minjem duit loe bisa ga?” Gantian gua yang bo’ong “Yah, tahu sendirilah” Gua liatin isi dompet gua. Selembar 10 ribuan dan beberapa recehan. Kebiasaan gua, dompet isinya hanya beberapa rupiah. Kalo perlu, baru ke ATM. Pengalaman seorang teman yang pernah kehilangan dompet, dan kembali (Hanya dompetnya) membuatku melakukannya Dan ak...

minggu yang melelahkan

Pagi ini bangun dengan badan yang kedinginan. Sialan, nginap di Maguwo ternyata betul-betuk dingin. Padahal masih jogja. Orang kalo tidur jarang pake baju karena kepanasan. Ini nggak. Bis sholat subuh gua langsung pulang ke kos. Entar masih ada ujian kenaikan sabuk taekwondo. Nggak nyangka di tengah jalan berubah pikiran. Sepeda motor dialihkan ke Internet hasil, Warnet yang lumayan terkenal cepat koneksinya di deket kos. Ngupload foto, edit fs, trus cari ebook 5 cm. ga ada. Dapetnya malah lagu kepompongnya sindentosca, juga ebook ga jelas yang bercerita tentang cinta. Setelah berkutat dengan fs, ternyata ada comment-comment yang belum di approve. Lumayan terharu juga ternyata daku ini banyak juga yang perhatian. Setelah dua jam pas internet ria, cabut. Baru sadar kalo nggak bawa dompet. Tas ma hape jadi jaminan deh. Karena keburu-buru, kamar dijadikan kapal pecah pas mau nyari seragam taekwondo dll. Takutnya telat. Sikat gigi, trus cuci muka pake biore, trus cabut. Sampe di yonif (Uji...

Sebuah alasan untuk tetap menulis

Tugas kebudayaan Indonesia , lumayan bikin gua rajin bikin tulisan ma mbaca. Membaca sesuatu yang sama sekali nggak ada hubungannya dengan bahsa Inggris. Kebanyakan mengenai sesuatu yang baru dan belum pernah disentuh. Kalo akhirnya nggak ada ide yang keluar, terpaksa internet dan cut paste menjadi jalan terakhir. Bukan hal yang mudah untuk menulis. Yang gua dapetin buat nulis yang baik, seenggaknya kita harus rajin baca. Kalo mo ngomong soal bikin film, ya cari film, referensi tentang film, ato nanya juga ke orang film. Lewat buku tentang film. Juga dibutuhkan rencana yang sistematis. Menulis kadang bisa ngalir kaya banjir, atau kadang macet kaya air keran yang ditutup. Dibutuhkan kerangka. Ini pelajaran yang lumayan berharga yang gua dapetin dari kelas komposisi yang nyaris gua ga ambil mata kuliahnya di semester ini karena nggak tahu mata kuliah ini penting pa kaga. Makasih buat Pak Amin Basuki , S.S., M.A,. Dengan adanya kerangka, menulis jadi lebih terarah dan mudah dimengerti...

takut

kata pak ustadz yang ngisi pengajian tadi pagi, sebagai muslim kita harus takut kepada 6 hal Allah,karena jangan-jangan Allah bakalan mencabut keimanan kita ketika sudah sakaratul maut Malaikat Rakib dan Atid, karena jangan-jangan kelak catatan kita dipertontonkan di akhirat dengan penuh hal-hal yang memalukan Takut kepada setan,karena jangan-jangan setan merusak amal kia Kepada malaikat Izrail, karena jangan-jangan nyawakita dicabut ketika sedang tidak beriman Dunia, karena dunia terlena sehingga lupa kepada akhirat.Namun bukan berarti kita harus melupakan dunia, karena dunia adalah kendaraan untuk menuju akhirat Keluarga, karena jangan-jangan kita sibuk mengurusi tentang keluarga sehingga tidak sempat beribadah. itu doang,sebagai nasihat kecil untuk kita sebagai manusia

kapan kau kan kembali

"Jangan pernah menjadikan sahabatmu sebagai pacar" Kalimat ini sering kita denger dari temen kita. Mendingan pacaran sama orang yang ga kita kenal sama sekali daripada pacaran ma temen or sahabat. pacaran ma sobat sendiri itu menurut gua sendiri cukup bikin ga enak. Mungkin enak kalo kita pacaran sama orang yang kenal banget ma kita, ngertiin kita, kita tahu dia siapa, dan lain-lain. Taoi semua keindahan itu akan hilang begitu sebuah permasalahan mencuat di antara persahabatan itu sendiri. gua ada beberapa alasan mengapa pacaran ma sahabat itu rada ga enak luka yang ditinggalkan sahabat lebih dalam daripada luka yang ditinggalkan orang asing. Dan itu akan lebih parah kalo kita sering ketemu. Mau nggak mau. Persahabatan bisa aja nggak hanya 2 orang. Persahabatan itu rangkaian dengan teman yang lain juga. Begitu ada yang terputus, yang lain juga terganggu. Selain itu, persahabatan rentan untuk menimbulkan rasa suka. Bisa aja sobat kita dalam kelompok itu juga menyena...