Katakan ini sentimental. Dimana perasaan lebih berkuasa daripada logika yang saya punya. Tapi memang, persoalan ini membuat hati memegang kendali sepenuhnya. Disaat apa yang banyak orang katakan melalui pemikirannya, terjebak dalam forum-forum semu. Diskusi, kata mereka, adalah sarapan roti. Bukan nasi. Hanya bisa menahan lapar sedetik. Tak cukup kenyang demi memuaskan ego kecerdasan pada kemenangan mengolah kata. Tertulis maupun berbisik. Sarapan mereka adalah nyawa-nyawa ribuan manusia. Statistik. Hanya angka. Mereka ini menjadi angka-angka yang didulang setiap empat tahun sekali. Maka tak heran, roti-roti ini terkadang dibagi. Tak hanya untuk sekali telan, namun dalam jangka waktu tak hanya sebentar. Sehingga, obrolan-obrolan kecil ini menjadi kebenaran. Disajikan dengan kemasan terhebat dalam segala bentuk yang menipu. Sarapan panjang remah-remah ini dibagikan dengan gratis!!! “Biarkan mereka kenyang. Dengan lawakan dan tipuan murahan. Sampai tumbang. Sampai tak tahu lagi apa yang...