Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2010

(Bukan) TUHAN

Tak ada goresan TUHAN, di antara lekukan Seribu tetes tinta juga resap, bukan TUHAN Sisipkan benang emas TUHAN di bordiran, tak ada susuri sungai dalam malam TUHAN, hitam bertebaran Berikan terang TUHAN, saat pejam mata hilang Sementara sujud letakkan batas, tunduk

Tag Galaxy

Iseng-iseng tadi ketemu Blog bagus. Namanya Berita Nyata. Terus berapa hari ini berkutat dengan apa yang ada di dalamnya. Kebetulan ada 1 Postingan yang judulnya 13 mesin pencari yang tidak lazim. Salah satunya itu Tag Galaxy. Search engine ini asik banget, soalnya tampilannya 3 D. Search engine ini terintegrasi sama Flickr. Jadinya mudah buah nyari foto-foto. Kalau aku bilang sih, mendingan pake ini daripada Google image. Cuma itu tadi, kita perlu sedikit bersabar untuk masuk ke halaman-halamannya. Pertama, masukkan keyword yang pengen dicari. Di sini aku pake UGM Setelah itu akan muncul tampilan seperti ini. Selain kata kunci, akan muncul juga kata lain yang mungkin berhubungan Setelah semua foto berkumpul, cari dan pilih salah satu Setelah itu, klik tulisan Flickr Page Setelah masuk halaman Flickr klik foto itu agar bisa mendownload. Jangan harap bisa nge-save dengan klik kanan, save image. Ga akan bisa !

Melompati waktu

Menapak jejak deras terhanyut sesaat tak pernah temui satu batas sekedar memutari luruh daun tetap diam jiwaku hadirkan sosok serta bayangan kepalsuan demi sebuah kata bertahan semasa tua permataku hilang di kegelapan meniti arah sekedar tahu ia tak ada sejenak terlupa, bahagia tak miliki arti sampai ia berhenti menunggu sebuah lentera kelak, dimana menanti ulurkan rasa yang pernah hilang sekeping hati jati diri

Hari untukmu

Mama, aku ingin menangis tapi aku malu, karena aku lelaki pantang bagitu untuk tersedu sedan kemudian semua datang berikan pelukan Mama aku ingin menangis aku lupa berapa lama kita tak bersua membagi cerita pada siapa kutitipkan cinta sementara, kau selalu bertanya apa kabar aku disana Mama aku ingin menangis hari ini aku pulang membawa bahagia memandang jauh pembaringan di masa kecil dulu sudah ada kau tidur selamanya di sana Mama aku tak ingin lagi berhenti menangis sudah tak kuat lagi bahagia ini menahan deras laju kesedihan ketika akhirnya kau hilang padahal aku membawa seribu bukti aku ada Mama aku tak ingin lagi menangis cukup aku tahu bahwa Tuhan akan berikan surga juga kenangan saat kau tinggalkan dunia titipkan doa pada sang maha kuasa

Merajut lurus

rembulan bukanlah menelusup lembut sementara uraikan bait sunyi serumpun padi bergoyang oleh angin sejuk terpaku sesaat seketika terpecah pada gelisah sedikit membuka rasa setelah lama tenggelam terkubur nisan kepedihan

Malam ini

Sudah jam 10 lebih 20 menit waktu aku terbangun malam ini. Setelah rapat Komunitas Jogja Je, aku memang sempat baring-baring di Kamar Belakang Sekretariat Yayasan yang menaungi komunitas ini. Hari ini aku benar-benar capek. Tapi dibilang capek banget juga nggak. Maklum, hari ini dapat kerjaan yang nggak berat-berat amat. Cuma duduk dan bercuap-cuap selama 5 jam. Menjaga stand informasi beasiswa untuk mahasiswa baru yang herregistrasi UM UGM. Aku dapat jatah buat jaga tanggal 21 dan 23. Dapetnya shift siang. Begitu bangun, aku langsung cek hp. Ada 4 sms masuk. Salah satunya dari teman baikku sejak SMA. Ia memberitahu kalau sudah ada di Kontrakan. beberapa jam sebelumnya ia memang sudah bilang akan menginap. Segera aku bangkit dan menuju garasi. Di ruang depan sempat basa-basi sebentar dan berpamitan dengan beberapa senior. Aku beralasan mau mengerjakan tugas saat mereka bertanya kenapa tidak menginap saja. Sesampai di kontrakan, ia menanyakan Aris, teman SMA kami yang lain. Bi...

bersandar

Kencana, pulanglah purnama menjenguk binar saat terpaku dalam dunia meski separuh raga tertawa tapi ia enggan beranjak ia lelah, juga jengah sebelum satu tetes air mata malaikat basahi kelopak mawar layu pulanglah

Aku suka melihat mata indahmu

Kita berbicara lewat mata ketika kau sedih, muram, juga kecewa berikan satu pelukan hangat kelak semuanya semoga sirna aku tak ingin kau hanyutkan air mata selalu tetes kesedihan pergi kau berkata lewat mata pancarkan kebahagiaan matahari pun enggan bersinar terikkan hari saat damai sejukkan hati tanpa jiwa milikku kau pergi tanpa berkata cukup tersenyum dan menutup mata selamanya, tertidur selamanya dan dingin tetap saja tinggal untuk kugenggam, sampai kelak resah ini musnah

Kekasihku, selamat malam

Tiba akhirnya matahari menggapai mimpi itu, bintang, juga malam berbisiklah kau di telinga "aku sayang kamu" selamanya kita berjalan baru hari ini kau ucapkan tak perlu berbisik lelah ini, sekian lama hilang tersenyum juga bahagia diantara genggaman seumur hidup itu malaikat hadir seakan mengajak kita menari menyusuri taman-taman firdaus

satu pagi

Satu detik lagi setelah pagi satu jendela menyalakan hangat penuh harap satu rumah puncak bukit menelusup menghitung satu abad hati ini tak jua tenang menyusun satu dinding tembok harta bergelimang sayang, semua tak sebanding dengan semua ditinggalkan di belakang, kasih sayang juga hidup panjang penuh rasa lapar tak terbayar seketika sadar hidup tak ada yang abadi

Malam membuatku gila

Malam seringkali membuatku merasakan gejolak yang amat besar di kepala. Saat dimana seharusnya manusia mulai membenamkan pikiran dalam mimpi, aku justru membuatnya seolah membara. Membakar habis semua ketenangan yang sudah tersimpan di hati. Kemudian mengacak-acaknya tanpa ampun.Tak kuat rasanya hati ini melakukan hal itu. Sampai kemudian tubuhu bergetar hebat, dan akhirnya tumbang. Isi kepalaku berserakan di atas lantai. Bukan merah, bukan. Syukurnya bukan otak penuh urat yang terhampar. Satu-satu kuteliti. Sayang, aku tak bisa mendiskripsikan dengan jelas apa itu semua. Tak pernah sekalipun kulihat benda serupa dengan isi kepalaku. Semuanya buram, menggeliat. Kucoba memicingkan mata perlahan. Tetap saja tak jelas. "Anda lupa mengenakan kacamata saudara" "Hah, iya. Mana tadi kacamata saya?" Sebuah tangan mengulurkan kacamata bulat bertangkai gading. Warna kacanya berubah-ubah. dari merah, menjadi kuning, kemudian hijau. Pelangi, benar, seperti pelangi. ...

menjadi positif dan mengurangi negatif

Simbol positif dan negative seakan menjadi bagian dari setiap disiplin ilmu. Matematika, fisika, kimia, bahkan dalam disiplin ilmu sosio humaniora dan justisia. Dua kutub berlawanan ini menjadikan semuanya terlihat dalam dua sisi. Karena manusia pada dasarnya memang selalu memiliki 2 sisi, positif dan negatif. Nggak jarang kita ketemu manusia dengan tingkat positif yang lebih atau justru malah sisi negatifnya yang lebih. Menyenangkan, tenang dan ceria. Pemurung, suram, dan menyebalkan. Memang kita nggak pernah tahu apa yang ada di dalam diri setiap orang. Tapi setidaknya, semua manusia punya satu konvensi untuk menentukan apakah ia positif negative. Banyak yang bilang, menjadi positif itu penting. Dan memang itu tidak mudah. Ketika dunia hadir dalam seribu masalah, dan sedikit yang bertahan demi sebuah harapan. Apakah yang sebenarnya terjadi? Mungkin kalimat itu akan sering keluar ketika melihat orang lain mampu memanajemen kepribadiannya sehingga masa depan seakan terlihat ce...

Bidadari telah pergi

Terpuji semesta keindahan dunia merangkum kata terbata saat satu simfoni pagi berikan kehadiran warna di hati setiap malam penuh bias seperti berjalan di antara tapal batas dunia fana juga nyata gariskan ilusi setiap mimpi semerbak melati mencoba ikuti lapis langit ketujuh kesana kau terbang kehilangan sayap juga harap terbuang tersadar bukan ia sang pengusir sepi