Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2011

Sebuah keping kerang di tengah ganggang

Sainganmu hanyalah badai. Berteriak tanpa henti dan tak tahu dimana dirimu. Terkadang tenggelam dalam asin laut, lalu bergoyang ke kanan dan ke kiri melihat, sampai dimana akhirnya desir ombak membawamu menari mengusik berlapis-lapis kertas yang kau gunakan tuk bersembunyi bahkan enggan topeng itu terlepas sejenak. Dan di saat semuanya usai, aku lega sudah ada tawa di sana. Mungkin tak ada yang tahu. Mungkin kau yang tak mau tahu Diam-diam bisu malam seolah menjadi teman menunggu, sampai kapan pasang akan bertahan, lalu kembali lagi pada sesuatu yang tak pasti. Menanti kapan seorang bajingan lepaskan beban di dalam ketakutan. Untuk itu setiap malam bintang mengajakmu begadang Menuntun pada cerita manusia setengah ikan berambut panjang. Memaksanya berhenti bernyanyi pada setengah hati yang hilang dibawa pergi. Buatmu, cerita ini usai. Ada yang menggantung sepertinya di antara hiasan dinding kamar Lalu semua bosan. Sama saja seperti ribuan keping kenangan di balik kantong berhiaskan boto...

Mengejar Senja

Sebuah obrolan panjang di antara batas akhir yang tak pernah sama

Antara tersadar atau tidak, seringkali obrolan kita berputar pada hal-hal yang tak masuk akal. Bukan tak masuk akal sebenarnya, lebih kepada sesuatu yang mungkin dianggap mistik ataupun nggak logik. Dan akhirnya, obrolan panjang itu membuat orang mengira bahwa kita hanya tertarik pada sesuatu yang tak nyata. Terlebih dengan keanehan dan juga kesenangan yang kita cari melalui media berbeda-beda. Terkadang ada waktu dimana terangnya malam membuatku menari-nari tanpa henti. Di lain hari, cukup segelas kopi tuk menyamarkan kantong mata ketika ia semakin gelap dan berat untuk terungkap. Sedetik lainnya, bisa saja kita sudah terbang dan menghilang di antara sayap-sayap malaikat. Memilih untuk merendahkan diri ke hadapan tuhan, meski setelahnya sebotol bir larut ke dalam urat-urat nadi menanti pagi. Sampai besok, belum ada bayangan kemana kelak kita kan bertemu. Di saat kau mengucapkan salam perpisahan sebelum waktunya. Lalu langkah itu tertunda. Sekedar menunggu waktu yang tak tepat untuk ke...