Sainganmu hanyalah badai. Berteriak tanpa henti dan tak tahu dimana dirimu. Terkadang tenggelam dalam asin laut, lalu bergoyang ke kanan dan ke kiri melihat, sampai dimana akhirnya desir ombak membawamu menari mengusik berlapis-lapis kertas yang kau gunakan tuk bersembunyi bahkan enggan topeng itu terlepas sejenak. Dan di saat semuanya usai, aku lega sudah ada tawa di sana. Mungkin tak ada yang tahu. Mungkin kau yang tak mau tahu Diam-diam bisu malam seolah menjadi teman menunggu, sampai kapan pasang akan bertahan, lalu kembali lagi pada sesuatu yang tak pasti. Menanti kapan seorang bajingan lepaskan beban di dalam ketakutan. Untuk itu setiap malam bintang mengajakmu begadang Menuntun pada cerita manusia setengah ikan berambut panjang. Memaksanya berhenti bernyanyi pada setengah hati yang hilang dibawa pergi. Buatmu, cerita ini usai. Ada yang menggantung sepertinya di antara hiasan dinding kamar Lalu semua bosan. Sama saja seperti ribuan keping kenangan di balik kantong berhiaskan boto...