pelan tunas-tunas itu memanjang kubiarkan cahaya mentari mengusik dinihari mereka memang tak pantas kalah, mereka tak pantas pasrah sementara satu sayap sudah kau berikan sekali ini aku ingin terbang. melihat dunia untuk kita bahagia. biarkan malam mengajak tertidur dan terpekur sementara ribuan kaki beranjak membawa beban di benak menunggu kapan kelopak mata ini sayu menunggu kapan mereka malu. tertawa bersorak di atas pesta beribu undangan melupakan siapa pelayan siapa yang datang dan pulang tanpa kata sayang dan di pagi hari, sawah-sawah itu hilang terberangus pabrik besi juga air botolan kita hanya bisa menatap dan meratap sekedar sampaikan ilmu, lantas merasa ragu siapa yang seharusnya malu?