Mungkin ada baiknya pelan-pelan menuliskan apa yang ada di kepala. Selama ini, saya berhenti menulis dengan berbagai alasan. Awalnya karena tidak bisa fokus. Sibuk berlari ke sana kemari hanya untuk menghindari skripsi. Jujur, itu berat. Berat karena awalnya ada dendam yang tersimpan. Sampai kemudian berputar di ruang yang sama lagi. Terperangkap oleh masa lalu. Akibatnya, saya kembali berhenti menulis. Awalnya merasa takut, padahal aslinya malas. Malas berdebat dan dihakimi. Tapi sekali lagi, dunia mana yang tidak menghakimi. Sampai akhirnya saya kembali belajar. Belajar duduk di kelas, dituntut untuk menyusun logika dan kemudian bertanya. Belajar mengejar apa yang pernah saya nikmati dan kemudian menemukan konsekuensi. Bukan sekedar menuntut dan menjadi polisi moral. Menghakimi sana sini saat ruang yang ada tidak sesuai dengan diri. Di saat ini saya ingin kembali jujur. Ingin kembali menikmati, meski dihakimi, tapi pada akhirnya, sebaiknya semua dijawab dengan perbuatan. Bukan dengan...