Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2015

Teaser Kelas Inspirasi Yogyakarta 2015 SD Soka

A reminder

Malam ini tiba-tiba saja V chatting. Mempertanyakan maksud sharing link yang ada di facebook. Obrolan ini cukup panjang. Mengenai ketakutan akan ada the next Z. Bagaimana kemudian ia melihat ada tendensi bahwa aku mencoba menghidupkan dan menjadikan orang lain sebagai supporting. Pelan-pelan tapi pasti, kami saling mengklarifikasi. Entah daerah mana yang dia maksud. Mulai dari alasan pembentukan jaringan, sharing dengan teman-teman kalimantan, dan mungkin pencitraan. Sempat juga bertanya, apakah ini ada hubungannya dengan usaha move on dari M Sampai satu hal yang kemudian cukup menohok keluar. Tentang bagaimana menemukan diri sendiri, melakukan yang aku suka, alih-alih sekedar mengekor. Kurang lebih apa yang ia katakan benar. Tentang bagaimana orang-orang di sekitar tidak terlalu suka dengan pemikir. Tentang kekhawatiran bahwa tidak semuanya harus di share karena akhirnya orang-orang akan recognise. kurang lebih kaya gini ngomongnya. I wouldn't say I'm normal ppl, b...

Menjelang Wisuda

Mungkin ada baiknya pelan-pelan menuliskan apa yang ada di kepala. Selama ini, saya berhenti menulis dengan berbagai alasan. Awalnya karena tidak bisa fokus. Sibuk berlari ke sana kemari hanya untuk menghindari skripsi. Jujur, itu berat. Berat karena awalnya ada dendam yang tersimpan. Sampai kemudian berputar di ruang yang sama lagi. Terperangkap oleh masa lalu. Akibatnya, saya kembali berhenti menulis. Awalnya merasa takut, padahal aslinya malas. Malas berdebat dan dihakimi. Tapi sekali lagi, dunia mana yang tidak menghakimi. Sampai akhirnya saya kembali belajar. Belajar duduk di kelas, dituntut untuk menyusun logika dan kemudian bertanya. Belajar mengejar apa yang pernah saya nikmati dan kemudian menemukan konsekuensi. Bukan sekedar menuntut dan menjadi polisi moral. Menghakimi sana sini saat ruang yang ada tidak sesuai dengan diri. Di saat ini saya ingin kembali jujur. Ingin kembali menikmati, meski dihakimi, tapi pada akhirnya, sebaiknya semua dijawab dengan perbuatan. Bukan dengan...

Menahan arus

Riak-riak ini bukan gelombang yang akan menenggelamkan. Ia hanya riak. Sesekali muncul dan memberi buih diantara potongan-potongan arus. Sementara muaranya akan sama. Ketika satu perahu dengan dua pengendara, memilih siapa yang menentukan tujuan. Sementara yang lain akan tetap diam dan mengayuh. Ini bukan hal yang sulit. Meski berat. terkadang memang tujuan tak bisa ditebak, di saat lelah meminta perahu kecil ini menyingkir sejenak. Tapi, bukan berarti perahu ini akan sendiri. Akan ada pengayuh-pengayuh lain mengambil tempat. Berdua, atau sendiri.  Yang pasti, tujuannya adalah muara. Sebelum lepas ke lautan, dan bertemu dengan gelombang.