kabut menembus batas terakhir riak air
mengisi apa yang tak pernah terasa sebelumnya
mencoba pahami arti sebuah kepingan cinta
sampai akhirnya sarat dan tumpah
saat malam berikan sepi dan sunyi
dunia sisakan khayal tuk tinggal
tanpa terbelenggu oleh waktu
kelak sayap itu kan terkembang
di antara lukisan-lukisan ruang langit
maaf jika aku bukan pencipta mimpi
memang tak ada ruang yang tersisa
khayalan akan surga
cukup tergores di atas lapisan debu
senyum menggema perlahan di wajah tirus
sembunyikan tangis dan perih teriris
ia pergi
tepat saat dua belas kali
lonceng jam berbunyi
mengisi apa yang tak pernah terasa sebelumnya
mencoba pahami arti sebuah kepingan cinta
sampai akhirnya sarat dan tumpah
saat malam berikan sepi dan sunyi
dunia sisakan khayal tuk tinggal
tanpa terbelenggu oleh waktu
kelak sayap itu kan terkembang
di antara lukisan-lukisan ruang langit
maaf jika aku bukan pencipta mimpi
memang tak ada ruang yang tersisa
khayalan akan surga
cukup tergores di atas lapisan debu
senyum menggema perlahan di wajah tirus
sembunyikan tangis dan perih teriris
ia pergi
tepat saat dua belas kali
lonceng jam berbunyi
Comments
Post a Comment