Sainganmu hanyalah badai. Berteriak tanpa henti dan tak tahu dimana dirimu.
Terkadang tenggelam dalam asin laut, lalu bergoyang ke kanan dan ke kiri
melihat, sampai dimana akhirnya desir ombak membawamu menari
mengusik berlapis-lapis kertas yang kau gunakan tuk bersembunyi
bahkan enggan topeng itu terlepas sejenak. Dan di saat semuanya usai,
aku lega sudah ada tawa di sana. Mungkin tak ada yang tahu. Mungkin kau yang tak mau tahu
Diam-diam bisu malam seolah menjadi teman
menunggu, sampai kapan pasang akan bertahan, lalu kembali lagi
pada sesuatu yang tak pasti. Menanti kapan seorang bajingan lepaskan
beban di dalam ketakutan. Untuk itu setiap malam bintang mengajakmu begadang
Menuntun pada cerita manusia setengah ikan berambut panjang.
Memaksanya berhenti bernyanyi pada setengah hati yang hilang dibawa pergi.
Buatmu, cerita ini usai. Ada yang menggantung sepertinya di antara hiasan dinding kamar
Lalu semua bosan. Sama saja seperti ribuan keping kenangan di balik kantong
berhiaskan botol berisi pasir pantai. Serasa hangat meski beku membuku biru.
Atas semua perjalanan panjang, dari dasar laut yang terasa kecut
Mungkin hanya sebuah pesan tanpa botol yang akhirnya tinggal
Terhanyut ke bawah laut, tanpa tahu siapa diriku, juga dirimu.
Terkadang tenggelam dalam asin laut, lalu bergoyang ke kanan dan ke kiri
melihat, sampai dimana akhirnya desir ombak membawamu menari
mengusik berlapis-lapis kertas yang kau gunakan tuk bersembunyi
bahkan enggan topeng itu terlepas sejenak. Dan di saat semuanya usai,
aku lega sudah ada tawa di sana. Mungkin tak ada yang tahu. Mungkin kau yang tak mau tahu
Diam-diam bisu malam seolah menjadi teman
menunggu, sampai kapan pasang akan bertahan, lalu kembali lagi
pada sesuatu yang tak pasti. Menanti kapan seorang bajingan lepaskan
beban di dalam ketakutan. Untuk itu setiap malam bintang mengajakmu begadang
Menuntun pada cerita manusia setengah ikan berambut panjang.
Memaksanya berhenti bernyanyi pada setengah hati yang hilang dibawa pergi.
Buatmu, cerita ini usai. Ada yang menggantung sepertinya di antara hiasan dinding kamar
Lalu semua bosan. Sama saja seperti ribuan keping kenangan di balik kantong
berhiaskan botol berisi pasir pantai. Serasa hangat meski beku membuku biru.
Atas semua perjalanan panjang, dari dasar laut yang terasa kecut
Mungkin hanya sebuah pesan tanpa botol yang akhirnya tinggal
Terhanyut ke bawah laut, tanpa tahu siapa diriku, juga dirimu.
Comments
Post a Comment