Skip to main content

A reminder

Malam ini tiba-tiba saja V chatting. Mempertanyakan maksud sharing link yang ada di facebook. Obrolan ini cukup panjang. Mengenai ketakutan akan ada the next Z. Bagaimana kemudian ia melihat ada tendensi bahwa aku mencoba menghidupkan dan menjadikan orang lain sebagai supporting.

Pelan-pelan tapi pasti, kami saling mengklarifikasi. Entah daerah mana yang dia maksud. Mulai dari alasan pembentukan jaringan, sharing dengan teman-teman kalimantan, dan mungkin pencitraan.

Sempat juga bertanya, apakah ini ada hubungannya dengan usaha move on dari M

Sampai satu hal yang kemudian cukup menohok keluar. Tentang bagaimana menemukan diri sendiri, melakukan yang aku suka, alih-alih sekedar mengekor.

Kurang lebih apa yang ia katakan benar. Tentang bagaimana orang-orang di sekitar tidak terlalu suka dengan pemikir. Tentang kekhawatiran bahwa tidak semuanya harus di share karena akhirnya orang-orang akan recognise.

kurang lebih kaya gini ngomongnya.

I wouldn't say I'm normal ppl, but I'm trying. and normal ppl hate jenius ones deeply in their heart. and the truly jenius ones would not show off their inteligent but ppl will recognize by themselves that those ppl are truly jenius. gw sm zaidil itu sering terkategorisasi sbg divergent atau mutan atau apa kek. tapi bedanya gw pertahanin bangun relasi bagus dgn normal ppl by being usual and not that superjenius while dia berontak, merusak relasi dan akhirnya cm bikin org nganggap jeniusnya dy nonsense

dan to be honest status smart lu di fb ga bikin org kagum sm pemikiran lu tp makin menanamkan kbencian krn mereka ga bs menjangkau apa yg kt pikirin

klo lu udh jd public figur dan pny basis supporter yg kuat, mgkn update status terbuka ga akan jd masalah ktk posisinya msh sbg minoritas

intinya jgn impulsif thdp apa yg lu cerna. catet di daily journal penting krn suatu hari bakal jd basis argumen lu scr historis

Comments

Popular posts from this blog

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...

Beda sisi sama-sama basi

Okeh, kita tahu kalau logo di atas itu logonya komunis. Palu arit. Apakah kemudian saya mendukung komunisme dengan mencantumkan logo tersebut di blog? Sampai hari ini saya belum tahu. Sejujurnya saya sendiri mulai apatis dengan segala bentuk ideologi yang dibicarakan. Camkan, IDEOLOGI YANG DIBICARAKAN. Saya sendiri tidak buta, tentang bagaimana isu komunisme, dan kejadian mbah saya sendiri yang hampir menjadi korban pembantaian, dan di sisi lain, ada orang-orang yang ternyata menjadikan momentum 65 sebagai pintu meraih keuntungan. Bisa dilihat bagaimana kemudian di film Jagal ( Act of Killing)  premanisme seakan dilegalkan diam-diam. Mengapa sampai sekarang saya mencari jalan tengah? Kalau disimak, ideologi seringkali sekedar berhenti di warung kopi. Cukup sampai di situ. Saya belum banyak melihat bagaimana kemudian sistem mengijinkan orang-orang dengan frontal hidup sesuai idealismenya. Di Indonesia sendiri, komunisme membuat banyak orang buta terhadap perbedaan ...