Sementara tubuhnya terbaring tak utuh
terbenam dalam dekapan selimut hangat
jiwanya pergi menari.
mencari remah-remah hasrat yang pernah tersirat
"ijinkan aku membuka bukumu"
dan jemari mungil itu perlahan mulai menggores garis.
disana mereka lepaskan semua beban yang tersimpan
bebas berteriak dan juga menghidupkan semua impian
berlari di atas lapisan tipis rembulan yang memantul
di atas danau pinggir lubang khayalan
menjadi malaikat terindah yang pernah singgah
tuk terbang habiskan langit siang dan malam
lalu sisakan tumpukan sayap-sayap patah
garis pena yang ada disana perlahan menipis
oleh tangis juga air mata yang tak pernah habis
disanalah jiwanya berkisah. dalam jilidan kertas basah
tertimpa bulatan dari tetesan lingkar yang memudar
"ijinkan aku tinggal, dan biarkan hidupku berputar"
yah, demikianlah cerita yang ada di dunia berakhir
saling menari di antara garis tipis tokoh ilusionis
berakhir saat tertutupnya tabir.
Comments
Post a Comment