Skip to main content

Bo’ong


Kapan terakhir kali kamu berbohong?
Pertanyaan yang biasa aja yah? Tapi bakalan menjadi suatu hal yang menyebalkan ketika seorang yang kita bohongin itu ngerti kalo kita bohong. Okelah kalau orang itu bisa ngerti. Tapi kalo berkali-kali dan semua ketahuan, akibatnya bakalan ancur.
Gua punya temen yang suka ngibul. Dari tingkah lakunya yang Over Acting, nggak peduli sekitar, hal yang paling nggak suka adalah ngibulnya. Finally, gua males buat ngedengerin kata-kata dia. Apalagi kalo diulang-ulang. Kaya gini nih.
“Joe, dompet gua hilang”
“Kapan?” Gua pura-pura ngedengerin.
“Kemarin, pas makan di sunmor” Padahal gw tahu kebiasaannya naruh dompet di tas.
“Trus?”
“Minjem duit loe bisa ga?”
Gantian gua yang bo’ong
“Yah, tahu sendirilah”
Gua liatin isi dompet gua. Selembar 10 ribuan dan beberapa recehan. Kebiasaan gua, dompet isinya hanya beberapa rupiah. Kalo perlu, baru ke ATM. Pengalaman seorang teman yang pernah kehilangan dompet, dan kembali (Hanya dompetnya) membuatku melakukannya
Dan akhirnya,cerita kehilangan dompetnya sudah menyebar di temen-temen yang lagi ngumpul. Dan gua masih tetep ga percaya.
Besoknya temen gua yang lain (yang juga temen dia) datang ngehampirin gua yang lagi duduk di masjid.
“ Liat xxxx ga?” Kebetulan, teman sekelasnya lewat. Gua minta tolong buat manggilin dia kalo ketemu. Nie makhluk jarang kuliah.
Beberapa menit kemudian tu makhluk keluar.
“Gua minta formulir anak-anak” Kebetulan, pelatih nyuruh gua buat mbawain formulir itu ke panitia pendaftaran kejuaraan junior-junior gua.
“Bareng gua aja” Kata teman gua satunya
Kebetulan! Gua bisa lepas tanggung jawab. Lagian, gua juga pengen kuliah (Absensi juga mempengaruhi indeks prestasi!!!)
“ Ya udah, entar gua bareng yah!” jawabnya
Sedetik setelah dia cabut..
“Nggak semua yang loe denger itu bener” ngopi iklan
“Maksud loe?”
“Entar loe tahu sendiri”
Malemnya, pas kita latihan, temen gua atunya ngasih tahu
“Tadi dia ga jadi berangkat ma gua”
“Kenapa?”
“Ga nongol-noongol. Begitu gua mau cabut, tu anak udah ma temennya. Ya gua tinggal”.
Dan malam itu, tu anak ga latihan juga. Pelatih gua bingung, soalnya penutupan bentar lagi. Segera gua sadar, pantesan tu anak ngaku dompetnya ilang. Kemarin sih katanya uang pendaftaran anak-anak mah ada di Bank.
Buat pelajaran aja yah

Beberapa alasan buat bo’ong
1.Menyelamatkan diri dari kesalahan
“Loe ngambil uang gua?
“Kaga!”
2.Ga enak ati ma sobat sendiri
“Loe seneng ma pacar gua?”
“Kaga!”
3.Males buat ketemuan ma orang
“Malem ini ada acara ga?”
“Ada”
Yah, kebohongan adalah hal kecil, buat kita yang berbohong. Tapi, gunakanlah kebohongan sebijak-bijaknya

Comments

Popular posts from this blog

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...

Beda sisi sama-sama basi

Okeh, kita tahu kalau logo di atas itu logonya komunis. Palu arit. Apakah kemudian saya mendukung komunisme dengan mencantumkan logo tersebut di blog? Sampai hari ini saya belum tahu. Sejujurnya saya sendiri mulai apatis dengan segala bentuk ideologi yang dibicarakan. Camkan, IDEOLOGI YANG DIBICARAKAN. Saya sendiri tidak buta, tentang bagaimana isu komunisme, dan kejadian mbah saya sendiri yang hampir menjadi korban pembantaian, dan di sisi lain, ada orang-orang yang ternyata menjadikan momentum 65 sebagai pintu meraih keuntungan. Bisa dilihat bagaimana kemudian di film Jagal ( Act of Killing)  premanisme seakan dilegalkan diam-diam. Mengapa sampai sekarang saya mencari jalan tengah? Kalau disimak, ideologi seringkali sekedar berhenti di warung kopi. Cukup sampai di situ. Saya belum banyak melihat bagaimana kemudian sistem mengijinkan orang-orang dengan frontal hidup sesuai idealismenya. Di Indonesia sendiri, komunisme membuat banyak orang buta terhadap perbedaan ...