Skip to main content

Jam pasir Terakhir


Pecah, tertiup udara gurun
tak berbeda antara satu dan lainnya
semenjak satu per satu tangan-tangan
memilih pengganti terakhir
di setiap cerita yang berbeda
seperti dongeng-dongeng khayal lainnya
maka sang putri, penyihir putih
peri, bidadari, malaikat, juga iblis bermuka manis
mengambil peran yang bisa mereka mainkan
sayang, jam pasir meminta mereka pergi
Sepertiga terakhir sudah habis
sebelum ada yang memutar kembali
di lain hari
---
Ia lahir dari tangan penyihir
tak ingin tua, katanya
lahirlah ia, jam pasir penuh sihir
tepat ketika sang tua datang
menjenguk tubuh renta sang pencipta
memanggil sejuta tunas
ke dalam penjara kaca
hanya demi sebuah pasir bersihir
mengusir sang tua
dari tubuhnya
---
Ini adalah sebuah legenda
tentang sihir jam pasir
dari 100 abad lamanya
penjara abadi bagi raja waktu
dan ia hilang
tepat saat Tuhan membangkang
digantikan butir-butir pil
racikan malaikat maut
sebelum tertiup hujan sabit
di padang rumput tanpa air
---
Ketika 100 kali sudah ia berputar
mengambil sejuta nyawa terakhir
hujan panah melengkung tombak
saat itu juga ia pecah
dan luka lama terbuka
ternyata memang ia masih manusia
meski hidup 6000 tahun lamanya
meski sejuta cerita ia ukir
dari dalam penjara kaca
sebuah jam pasir sihir
terakhir

Comments

Popular posts from this blog

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...

Beda sisi sama-sama basi

Okeh, kita tahu kalau logo di atas itu logonya komunis. Palu arit. Apakah kemudian saya mendukung komunisme dengan mencantumkan logo tersebut di blog? Sampai hari ini saya belum tahu. Sejujurnya saya sendiri mulai apatis dengan segala bentuk ideologi yang dibicarakan. Camkan, IDEOLOGI YANG DIBICARAKAN. Saya sendiri tidak buta, tentang bagaimana isu komunisme, dan kejadian mbah saya sendiri yang hampir menjadi korban pembantaian, dan di sisi lain, ada orang-orang yang ternyata menjadikan momentum 65 sebagai pintu meraih keuntungan. Bisa dilihat bagaimana kemudian di film Jagal ( Act of Killing)  premanisme seakan dilegalkan diam-diam. Mengapa sampai sekarang saya mencari jalan tengah? Kalau disimak, ideologi seringkali sekedar berhenti di warung kopi. Cukup sampai di situ. Saya belum banyak melihat bagaimana kemudian sistem mengijinkan orang-orang dengan frontal hidup sesuai idealismenya. Di Indonesia sendiri, komunisme membuat banyak orang buta terhadap perbedaan ...