Skip to main content

Sang Ratu: Person of the year 2011

Dalam hati, sulit sebenarnya untuk menggambarkan seseorang yang bisa dikatakan benar-benar mempengaruhi kisah saya di tahun 2011. Sempat mencoba menuliskan sebuah nama, namun justru itu membuka luka lama. Kami berdua sama-sama terluka. Dan saya sendiri sadar, kami berdua masih mencoba untuk percaya, bahwa tali yang terlanjur saling mengikat, pelan-pelan diurai dan kemudian dirangkai menjadi sebuah rajutan dengan bentuk yang berbeda. Di saat yang sama, saya sangat mencintai, sekaligus benci. Justru karena saya sayang kepadanya.

Lantas, saya mencoba untuk melihat kembali. Seseorang yang pantas untuk saya cantumkan namanya di dalam tulisan ini. Seseorang yang mungkin diam-diam tak tahu bahwa terkadang ia mampu menopang isi kepala, sekaligus beban yang tersimpan di dalam dada. Tetap mengingatkan ketika tubuh ini nyaris terbang, menjadi air di saat amarah membakar merah, atau kemudian mengajak berbincang di kala hati ini bimbang.

Saya tak tahu, apa yang ada di kepalanya, dan apa yang ia bayangkan tentang saya. Yang jelas, diam-diam kisah hidupnya nyaris sama dengan saya. Selain itu, rasa terbuka dan sudut pandang tanpa ada hasrat menghakimi, sekedar berbagi, membuat saya relatif nyaman untuk mendengar apa yang ia katakan. Ia mengajarkan kepada saya arti kesabaran dan bertahan. Mencoba untuk tetap terlihat santai, meskipun hidup seolah sedang dihajar badai.

Ia juga mengajarkan arti sebuah persahabatan, tanpa intensi berlebihan. Bukan cerita yang tak biasa ketika dua insan berbeda jenis, saling berdekatan dan kemudian, rasa yang muncul justru membuat persahabatan itu buyar. Sejujurnya, kami mungkin tidak merasa nyaman dan cocok satu sama lain. Tapi entah mengapa, sedikit banyak ada perasaan kuat ketika ia ada. Tanpa harus ada rasa hangat ketika dekat, atau keruh ketika ia jauh. Itu cukup untuk saya, dan entah untuk dia. 

Dalam hati, saya lantas berjanji, ia adalah salah satu orang yang akan terus saya kenang, dan menghargai setiap apa yang ia lakukan dengan ketulusan dalam pengorbanan yang kelak saya lakukan. Bukan karena apa-apa, namun karena sejujurnya, sedikit banyak peralihan pilihan dalam hidup ini terjadi karena tutur kata dan juga pembawaannya. Bukan hal mudah untuk saya percaya, dan bercerita tanpa ada beban sehingga semua terasa ringan pada orang. Bercerita tanpa kekhawatiran dihakimi, dan kemudian menemukan solusi. Tapi itulah dia, seorang yang mampu melukiskan perasaan seorang manusia, dengan pemilihan gradasi logika. Dan saya senang pernah mengenal seorang sepertinya.

Buat kamu, terima kasih, Anggi M Lubis


Comments

  1. Can't imagine why anyone would write down my name to be his #POTY2011. Anyway, 2011, we've spent so many good times together and you were also a great help for me throughout the year. looking forward for years ahead for the day we could spend a cup of coffee together again, i'll be missing those mutualism/parasitism, my nocturnal mate. Remember, it's you who can save yourself :)
    n.b.: ratu??

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...

Beda sisi sama-sama basi

Okeh, kita tahu kalau logo di atas itu logonya komunis. Palu arit. Apakah kemudian saya mendukung komunisme dengan mencantumkan logo tersebut di blog? Sampai hari ini saya belum tahu. Sejujurnya saya sendiri mulai apatis dengan segala bentuk ideologi yang dibicarakan. Camkan, IDEOLOGI YANG DIBICARAKAN. Saya sendiri tidak buta, tentang bagaimana isu komunisme, dan kejadian mbah saya sendiri yang hampir menjadi korban pembantaian, dan di sisi lain, ada orang-orang yang ternyata menjadikan momentum 65 sebagai pintu meraih keuntungan. Bisa dilihat bagaimana kemudian di film Jagal ( Act of Killing)  premanisme seakan dilegalkan diam-diam. Mengapa sampai sekarang saya mencari jalan tengah? Kalau disimak, ideologi seringkali sekedar berhenti di warung kopi. Cukup sampai di situ. Saya belum banyak melihat bagaimana kemudian sistem mengijinkan orang-orang dengan frontal hidup sesuai idealismenya. Di Indonesia sendiri, komunisme membuat banyak orang buta terhadap perbedaan ...