Minggu ini kembali saya diperlihatkan, bagaimana tekad disertai dengan kenekadan (dengan bekal pengalaman) berbicara banyak di lapangan. Tentang bagaimana keyakinan mampu membuat seseorang bersabar dalam menjalani apa yang sudah menjadi keyakinan. Di sisi lain, ada juga orang-orang, bahkan yang terdekat sekalipun, merasa bosan. Bukan karena tidak ada yang dikerjakan, tapi lebih karena banyaknya keinginan.
Untuk yang pertama, saya katakan, mereka sudah memilih. Dan mereka akan bertemu dengan orang-orang yang sudah memilih juga. Tanpa perlu banyak tanya. Tanpa perlu banyak wacana. Yang penting, caranya tidak berlawanan dengan apa yang mereka yakini. Tak heran jika orang-orang seperti mereka terkenal vokal. Karena, secara struktur sosial sendiri, pilihan hidup mereka bukanlah cara orang kebanyakan. Tersembunyi dalam keseragaman, dan menonjol terang-terangan ketika apa yang mereka simpan di belakang, keluar di permukaan.
Bagaimana mereka memilih kebenaran ketimbang kedudukan dan kebosanan dalam kepura-puraan. Bagaimana juga mereka benar-benar tahu, dan mau, memilih meninggalkan kedudukan yang tentunya sepadan dengan apa yang sudah mereka jalani selama ini. Mereka bisa, memilih untuk menjalani hidup yang nyaman, dan tetap menyuarakan perubahan. Tapi mereka sadar, bahwa pilihan itu akan memberikan beban. Bahwa tidak semua orang mau menerima apa yang mereka katakan kegika ada kepentingan di belakang. Tentang bagaimana satu tujuan, diartikan dalam berbagai rupa cara, tanpa tahu masalah sebenarnya ketika proposal datang tiba-tiba itulah pilihan, itulah keyakinan, dan itulah esensi perubahan, yang sedikit oleh banyak orang
Comments
Post a Comment