Kuda-kuda besi merangsek paksa ribuan pedang
Di tengah jalan padat merayap
selamatkan satu tubuh penuh tebasan serta tetes darah
Memaksanya berhenti berharap pada hari esok
Tinggalkan satu kesempatan mengukir nama
Jiwa tak lagi berharga tuk dijaga
Di depan mata satu bilah tajam pedang
Menembus dada kemudian semua hilang
Kami harus berperang dan bertahan
Selama bangunan dan bangku tetap berdiri
Akan ada orang-orang di belakang itu semua
nama dan sejarah lama sekolah
terukir di dalam hati para lawan serta kawan
Sebuah ancaman atau malah kebanggaan
Bahwa mereka pernah ada di dalamnya
Tak ada lagi buku atau pena di kepala
Semua lebih suka untuk berkuda dan memanah
tebarkan ketakutan diliputi dendam
satu rasa penuh keberanian
Buat kalian kami bajingan, tapi di sana kami pahlawan
Comments
Post a Comment