Skip to main content

Kepribadian

Aku cuma bisa bilang, aku sendiri nggak tahu diriku. Mengejutkan memang. Tapi itu kenyatannya. Ketika orang bilang, bagaimana mungkin aku bisa mengubah kepribadian hanya dalam selang waktu yang tidak lama. Membuat semua berfikir, ketika perubahan itu terjadi ada yang salah dengan diriku.

Jadi, kepribadian mana yang aslinya itu diriku sendiri?

Kebanyakan bilang, itu topeng. Memakai topeng sesuai tempat dan juga keadaan. Munafik?
Untuk sebagian orang, mereka akan bilang ya. Buat aku, nggak.

Ada satu kunci yang tetap akan kupegang sampai terkadang membuat orang lain berpindah jalan. Berpisah, atau justru bergabung dengan langkah yang kupilih.

Semua orang akan menghargai kejujuran. Semua orang akan melihat, seberapa fleksibelkah kejujuran itu sendiri. Meski pahit, meski akhirnya membuat kita hanya bisa berfikir sempit.

Itu saja.

Itu yang aku usahakan tetap ada di dalam diri. Jujur pada diri sendiri. Meskipun aku akhirnya seringkali berubah kepribadian, tapi aku hanya bisa berharap, kejujuran tetep ada.

jujur kui ajur

Yeah i knew it. Sometimes it makes our friends think if i am annoying. I'm too cunning.

Sori aja kalau akhirnya memang kejujuran membuat orang lain terluka. Tetapi, adakah orang yang suka dibohongi? adakah orang yang suka melihat dirinya ditikam dari belakang? aku pikir nggak. Makanya aku nggak peduli orang itu sakit atau nggak, ketika sebuah masalah muncul, aku hanya bisa berkata jujur.

Jika tidak, akan lebih bak diam.

Sedangkan untuk kepribadian ganda yang aku miliki, beberapa orang mungkin bisa mengerti. Orang-orang yang memang pernah menghadapai berbagai macam permasalahan berbeda di setiap titik lingkungan. Setiap lingkungan memerlukan peran berbeda. Setiap lingkungan memerlukan orang dengan karakter yang berbeda. Setiap lingkungan juga memiliki orang-orang yang cuma pengen tahu, "Kamu cocok sama aku"

So, it's life bro! You are nothing without mask and your real identity.

Comments

Popular posts from this blog

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...

Beda sisi sama-sama basi

Okeh, kita tahu kalau logo di atas itu logonya komunis. Palu arit. Apakah kemudian saya mendukung komunisme dengan mencantumkan logo tersebut di blog? Sampai hari ini saya belum tahu. Sejujurnya saya sendiri mulai apatis dengan segala bentuk ideologi yang dibicarakan. Camkan, IDEOLOGI YANG DIBICARAKAN. Saya sendiri tidak buta, tentang bagaimana isu komunisme, dan kejadian mbah saya sendiri yang hampir menjadi korban pembantaian, dan di sisi lain, ada orang-orang yang ternyata menjadikan momentum 65 sebagai pintu meraih keuntungan. Bisa dilihat bagaimana kemudian di film Jagal ( Act of Killing)  premanisme seakan dilegalkan diam-diam. Mengapa sampai sekarang saya mencari jalan tengah? Kalau disimak, ideologi seringkali sekedar berhenti di warung kopi. Cukup sampai di situ. Saya belum banyak melihat bagaimana kemudian sistem mengijinkan orang-orang dengan frontal hidup sesuai idealismenya. Di Indonesia sendiri, komunisme membuat banyak orang buta terhadap perbedaan ...