Bukan mentari yang besarkan isi kepalamu
tapi serbuk buku penuh nilai manusia tak pasti
bukan juga tanah merah terakhir peraduan tidurmu
tapi sejarah abadi saat mimpi ini menjadi pasti
kau mungkin bualan yang berikan malam kehidupan
tapi kau tak jua jalang sampai akhirnya terlupakan
kau mungkin tak lebih gongongan anjing pengusir maling
tapi kau bangunkan tidur satu manusia yang pernah sinting
dan besok pagi saat dunia ilusi dihabisi
seribu anak lahir dari tumpahan isi saku hatimu
dan besok saat fajar berhenti di dalam putih matamu
seribu doa terpanjat menemani langkah terakhirmu
tapi serbuk buku penuh nilai manusia tak pasti
bukan juga tanah merah terakhir peraduan tidurmu
tapi sejarah abadi saat mimpi ini menjadi pasti
kau mungkin bualan yang berikan malam kehidupan
tapi kau tak jua jalang sampai akhirnya terlupakan
kau mungkin tak lebih gongongan anjing pengusir maling
tapi kau bangunkan tidur satu manusia yang pernah sinting
dan besok pagi saat dunia ilusi dihabisi
seribu anak lahir dari tumpahan isi saku hatimu
dan besok saat fajar berhenti di dalam putih matamu
seribu doa terpanjat menemani langkah terakhirmu
Comments
Post a Comment