setiap hari akan ada jengukan rutin di dalam pintu rumah
mengetuk, masuk, dan duduk
sebelum surat-surat beraroma hutan
perlahan mengendap di hati penghuninya
sudah 113 tahun ia tak pulang
ia, satu jiwa pengelana yang suka memetik
senar-senar dawai
gitar di pinggir pagar
setiap hari akan ada panas menempel aroma gurun
kaki-kaki beralaskan rapuh karet pembungkus kulit
mengukur seberapa jauh kaki bukit serta menara
api suar, kapal-kapal merapat lalu berlabuh
sayup-sayup nyanyian pemetik keringat garam
terbawa angin pantai, purnama sebentar lagi padam
di dalam lingkaran asap terakhir yang dihembuskan
satu kursi di pojok jalan
setiap hari kereta kuda tinggalkan 3 istal
berbalik mundur tuk dapat terbang sebentar
kemana ia hilang, semak keramik tak bisa menjawab
mulut-mulut kecil itu terlalu erat menggigit kuas
kemudian hujan berwarna hitam mengalir
tak ada alur wajah bisa menahan luruh
ke dalam serat-serat kain pengunci hati
setiap hari...
mengetuk, masuk, dan duduk
sebelum surat-surat beraroma hutan
perlahan mengendap di hati penghuninya
sudah 113 tahun ia tak pulang
ia, satu jiwa pengelana yang suka memetik
senar-senar dawai
gitar di pinggir pagar
setiap hari akan ada panas menempel aroma gurun
kaki-kaki beralaskan rapuh karet pembungkus kulit
mengukur seberapa jauh kaki bukit serta menara
api suar, kapal-kapal merapat lalu berlabuh
sayup-sayup nyanyian pemetik keringat garam
terbawa angin pantai, purnama sebentar lagi padam
di dalam lingkaran asap terakhir yang dihembuskan
satu kursi di pojok jalan
setiap hari kereta kuda tinggalkan 3 istal
berbalik mundur tuk dapat terbang sebentar
kemana ia hilang, semak keramik tak bisa menjawab
mulut-mulut kecil itu terlalu erat menggigit kuas
kemudian hujan berwarna hitam mengalir
tak ada alur wajah bisa menahan luruh
ke dalam serat-serat kain pengunci hati
setiap hari...
Comments
Post a Comment