Mungkin hujan sekedar mampir. Setiap kita berjalan, tak letih ia jatuh. Mengajak teman-temannya melompati atap genting bata rumahmu. Sebelum derum motor tumbuhkan niat mengintip, siapakah lelaki malam di setiap relung tidurmu
Entah, itu tangis atau gerimis. Wajah mungilmu sedikit menyesakkan pilu. Esok, lusa atau selamanya, kita berpisah. Raga memang selalu indah dikenang, namun bisikan merdu itu tak pernah ragu. Hadir ke dalam letupan-letupan ringan. Sampai besok aku pulang
Comments
Post a Comment