Siapa Soekarno? Siapa Moehammad Hatta?
Pertanyaan ini sekedar mencoba membuka seberapa banyak yang kita tahu tentang negri ini. Tak ada Soekarno dan Hatta maka tak ada negri ini. Tak ada mereka berdua, maka tak ada pula kebebasan dalam berekspresi pasca 1998. Tak ada mereka berdua, maka tak akan ada pula pasar tradisional yang masih berjuang melawan kapitalisme modal asing.
Apa yang terjadi saat ini adalah kesalahan mereka berdua. Keduanya membuat kita dapat berdiri sendiri dengan identitas sebuah bangsa, Indonesia. Melupakan semua perbedaan si tole dan si ujang. Menghilangkan kesombongan kesukuan, dan menggantinya dengan persamaan tujuan, kemerdekaan.
Mereka membuat kesalahan dengan mengajarkan kita bahwa yang kuat dan yang lemah sama-sama memiliki tanggung jawab. Tanggung jawab untuk saling menjaga dan juga saling berbagi. Karena mereka berdua juga, di hari ini sang kuat tak bisa menjadi sang raja rimba. Bertindak semaunya dimana saja.
Selain itu, karena mereka bedua juga, ribuan pemuda bangkit dan turun ke jalan di setiap rezim. Menuntut mereka berbuat dan meninggalkan kenyamanan yang sebenarnya bisa dengan mudah mereka dapatkan. Soekarno dan Hatta bertanggung jawab atas kurangnya kesejahteraan orang-orang pintar yang memilih untuk tinggal dan membangun negri.
Mereka salah, karena mereka menyisakan sebuah mimpi. Mimpi bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari sebuah revolusi. Mimpi bahwa inti dari semua perjuangan itu bukanlah kesejahteraan sejenak, namun kemandirian dalam jangka panjang. Di situlah kesalahan mereka. Membuat manusia-manusia di zaman sekarang bertahan tanpa terlena pada kenyamanan. Bahkan setelah sekian tahun lamanya.
Pertanyaan ini sekedar mencoba membuka seberapa banyak yang kita tahu tentang negri ini. Tak ada Soekarno dan Hatta maka tak ada negri ini. Tak ada mereka berdua, maka tak ada pula kebebasan dalam berekspresi pasca 1998. Tak ada mereka berdua, maka tak akan ada pula pasar tradisional yang masih berjuang melawan kapitalisme modal asing.
Apa yang terjadi saat ini adalah kesalahan mereka berdua. Keduanya membuat kita dapat berdiri sendiri dengan identitas sebuah bangsa, Indonesia. Melupakan semua perbedaan si tole dan si ujang. Menghilangkan kesombongan kesukuan, dan menggantinya dengan persamaan tujuan, kemerdekaan.
Mereka membuat kesalahan dengan mengajarkan kita bahwa yang kuat dan yang lemah sama-sama memiliki tanggung jawab. Tanggung jawab untuk saling menjaga dan juga saling berbagi. Karena mereka berdua juga, di hari ini sang kuat tak bisa menjadi sang raja rimba. Bertindak semaunya dimana saja.
Selain itu, karena mereka bedua juga, ribuan pemuda bangkit dan turun ke jalan di setiap rezim. Menuntut mereka berbuat dan meninggalkan kenyamanan yang sebenarnya bisa dengan mudah mereka dapatkan. Soekarno dan Hatta bertanggung jawab atas kurangnya kesejahteraan orang-orang pintar yang memilih untuk tinggal dan membangun negri.
Mereka salah, karena mereka menyisakan sebuah mimpi. Mimpi bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari sebuah revolusi. Mimpi bahwa inti dari semua perjuangan itu bukanlah kesejahteraan sejenak, namun kemandirian dalam jangka panjang. Di situlah kesalahan mereka. Membuat manusia-manusia di zaman sekarang bertahan tanpa terlena pada kenyamanan. Bahkan setelah sekian tahun lamanya.
Comments
Post a Comment