Skip to main content

Manusia Cermin

Entah kau ingat atau tidak, dahulu kau pernah mengatakan tentang sebuah hukum kehidupan

"Masing-masing dari diri kita terpantulkan melalui ruang kaca di setiap manusia yang kita jumpa"

Sejak itu kucoba tuk melihat diriku sendiri melalui dirimu
Tak lama memang. Tapi cukuplah tuk kembali melanjutkan tidur panjang yang terasa usang.
Seribu kali aku terbangun, dan kau tetap ada di hadapanku. Sengaja mengulang apa yang telah kulakukan. Persis seperti sebuah cermin.
Kau mengulang. Bukan mejiplak tepat secara detik juga menit yang terasa semakin menghimpit.
Ternyata, banyak juga manusia sepertimu. Mengulang dan juga menyanyikan gerakan lewat dentingan kaca, sobekan kertas, dan sebuah batu yang terlempar kencang.
Ke mukamu.

"Pyarrr..."

Satu per satu kepingan dirimu musnah. Tak tampak lagi bayangan diriku secara utuh di hadapan. Dari kepingan tubuhmu, seribu sosok muncul menggerayangi kaki dan juga separuh hasratku.

Sudah lama sepertinya aku lupa dimana kaki ini terpijak. Karena tanah buatku bermakna mewah, bukan sawah. Sementara, bayang mentari tertutupi oleh lembar-lembar kereta besi mewah berhiaskan emblem tiga palang.

Mereka membuatku malu. Aku seorang terpandang, bukan manusia jalanan.
Hidup selalu membuat orang mengaca pada siapa yang memegang kuasa.
Dan akulah sang adikuasa. Akulah pemegang jiwa seratus manusia.

Tapi di balik kehancuranmu, aku dibuat telanjang. Bugil, tanpa kesan penuh penghormatan.
Tak dibuat mengaca. Tak dibumbui lencana.

Comments

Popular posts from this blog

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...

Beda sisi sama-sama basi

Okeh, kita tahu kalau logo di atas itu logonya komunis. Palu arit. Apakah kemudian saya mendukung komunisme dengan mencantumkan logo tersebut di blog? Sampai hari ini saya belum tahu. Sejujurnya saya sendiri mulai apatis dengan segala bentuk ideologi yang dibicarakan. Camkan, IDEOLOGI YANG DIBICARAKAN. Saya sendiri tidak buta, tentang bagaimana isu komunisme, dan kejadian mbah saya sendiri yang hampir menjadi korban pembantaian, dan di sisi lain, ada orang-orang yang ternyata menjadikan momentum 65 sebagai pintu meraih keuntungan. Bisa dilihat bagaimana kemudian di film Jagal ( Act of Killing)  premanisme seakan dilegalkan diam-diam. Mengapa sampai sekarang saya mencari jalan tengah? Kalau disimak, ideologi seringkali sekedar berhenti di warung kopi. Cukup sampai di situ. Saya belum banyak melihat bagaimana kemudian sistem mengijinkan orang-orang dengan frontal hidup sesuai idealismenya. Di Indonesia sendiri, komunisme membuat banyak orang buta terhadap perbedaan ...