Indah memang. Tinta hitam aksara cinta. entah apapun artinya.
Terlipat dengan rapi menggariskan pertanyaan. Kalau saja kutahu bahasa itu
Sementara ribuan impian berjejalan di dalam urat pengantar pesan.
Kain panjang pembungkus tubuh kita mungkin berbeda
Terik siang. di saat belenggu panas datang, usir mereka begitu saja.
Terlalu sesak katamu. Di dalam satu ruang mungil tertutupi dada juga derita
yang tak pernah sampai di telinga. Satu-satu terurai panjang. Mengulur bak benang merah
antara satu hati, ke hati lainnya. Panjang rasanya jika kuteruskan.
Bak layang-layang, membumbung tinggi. dan hujanpun datang.
Sayang, kipas kertas tak bisa mengusir kegelisahan. Dan kita bertanya.
Tak mengapa. Turunkan saja sejenak. Kelak tali ini kan membawa cerita lainnya.
Dengan hujan angin yang berbeda, dan kuharap, tetap dengan layang-layang yang sama.
Terlipat dengan rapi menggariskan pertanyaan. Kalau saja kutahu bahasa itu
Sementara ribuan impian berjejalan di dalam urat pengantar pesan.
Kain panjang pembungkus tubuh kita mungkin berbeda
Terik siang. di saat belenggu panas datang, usir mereka begitu saja.
Terlalu sesak katamu. Di dalam satu ruang mungil tertutupi dada juga derita
yang tak pernah sampai di telinga. Satu-satu terurai panjang. Mengulur bak benang merah
antara satu hati, ke hati lainnya. Panjang rasanya jika kuteruskan.
Bak layang-layang, membumbung tinggi. dan hujanpun datang.
Sayang, kipas kertas tak bisa mengusir kegelisahan. Dan kita bertanya.
Tak mengapa. Turunkan saja sejenak. Kelak tali ini kan membawa cerita lainnya.
Dengan hujan angin yang berbeda, dan kuharap, tetap dengan layang-layang yang sama.
Comments
Post a Comment