Sejak kapan saya mulai menjadi makhluk malam?
Pertanyaan ini sedikit sulit dijawab. Mungkin setelah saya kehilangan waktu untuk pergi di pagi hari. Waktu dimana akan ada alasan kuat untuk beranjak dari kasur yang nikmat. Hangat dan erat. Di antara pulau busa (pulau kapuk udah lama digusur) dan juga guling bantal beraneka rupa.
Hey, jadi makhluk malam itu nikmat.
Sepi, sunyi, tanpa matahari atau teriakan klakson kendaraan yang sering kita temui di pagi hari. Sekedar melemparkan pandangan ke jalanan, dan akan ada banyak hal yang tak bisa kita saksikan di saat siang, seolah dipajang blak-blakan saat malam.

Comments
Post a Comment