Satu detik lagi setelah pagi
satu jendela menyalakan hangat penuh harap
satu rumah puncak bukit menelusup
menghitung satu abad hati ini tak jua tenang
menyusun satu dinding tembok harta bergelimang
sayang, semua tak sebanding dengan semua ditinggalkan
di belakang, kasih sayang juga hidup panjang
penuh rasa lapar tak terbayar
seketika sadar hidup tak ada yang abadi
Comments
Post a Comment