Skip to main content

Ruang Hampa

Jarang sepertinya buatku tuk bicara terbuka soal siapa yang ada di hati ini. Secara terbuka. Cukup melihat dan tahu bahwa orang itu ada. Sekedar meraba-raba, entah kapan mulainya, kapan berakhirnya. Mungkin sebagian besar hanya melihat dari kejauhan, dan bertanya, siapa.

Jujur, tak banyak pengalaman yang bisa kukatakan. Aku senang untuk menikmatinya sendiri. Merasakan bagaimana hidup terasa nyaman disaat seseorang datang dan kemudian duduk di samping ruang hati ini. Dan semuanya bermula sebagai teman, karena buatku, mengejar seseorang tanpa ada perasaan nyaman untuk dikenal, sekedar permainan tanpa tujuan. Bisa berakhir kapan saja, bukan karena tak nyaman, namun karena ada peraturan yang dilanggar.

Semua tampak indah di awal. Semua berawal oleh perasaan nyaman sebagai teman. Karena benar, sebuah hubungan buatku bukan sekedar senang-senang. Mencoba tuk membagi dan mengerti apa yang kelak akan kulalui. Yah, dan akhirnya semua itu berhenti. Masing-masing dengan cerita berbeda. Ada yang memang karena kesulitan dalam memahami hubungan tanpa persentuhan. Ada yang kemudian aku sendiri memilih untuk tak melangkah lebih jauh karena perbedaan. Ada juga yang kemudian berakhir karena memang tak dianggap sebagai pasangan. Dan terakhir...

Dan terakhir adalah hubungan terlama yang pernah kubina. Satu tahun lebih bukan waktu yang sebentar. Tak ada masalah ketika kemudian berhubungan lewat gelombang di udara. Tak ada masalah ketika kemudian hanya sejenak waktu yang kami punya tuk saling mendekatkan diri berdua. Kalaupun ada persoalan kecil, kuanggap wajar, karena memang kita berdua sangat berbeda.

Entah sejak kapan, suara-suara samar berbisik di kepala. Sesuatu yang dipendam mulai membuatnya tak nyaman. Saat dimana ada jeda panjang ketika hubungan banyak dilakukan bukan dengan pertemuan. Dan semakin ku meraba, semakin banyak hal tak terduga yang terungkap dan terbuka.Bukan orang lain, ada yang lebih besar dari itu. Aku tahu perasaan itu.

Akhirnya, cerita ini sejenak berhenti. Entah sampai kapan. Menunggu dering bersuara dan bergetar pelan. Untuk seorang teman. Untuk ketenangan di lelahnya hati membela diri. Untuk menanti sebuah keajaiban akan kepastian. Dan akupun pulang.

Comments

Popular posts from this blog

Oportunis

Ngerti artinya oportunis? Kalo kita buka kamus Merriam Webster, dikatakan oportunis itu... "seseorang yang memanfaatkan kesempatan tanpa terlalu mengindahkan prinsip dan konsekuensi" Yah,  kurang lebih saya juga berfikir hal yang sama. Sampai suatu hari, saya menemukan sebuah buku. Penulisnya Albert Mensah. Judulnya? Cari sendiri   Ia mengatakan hal lain mengenai oportunis... "Seseorang yang tahu bahwa ada banyak kesempatan di mana-mana untuk membuat impiannya menjadi kenyataan" Dua definisi tersebut berasal dari kata yang sama. Tapi kesan yang diberikan mampu membuat orang yang membacanya menjadi orang yang berbeda. Begitulah... " Semua orang bisa melihat, tapi berapa yang memperhatikan"  "Masalah bagi satu orang, bisa jadi adalah kesempatan" Jujur, saya aslinya ga terlalu suka dengan motivator. Tak jarang, untuk menjadi positif, orang dengan hati-hati memilih untuk tidak memasuki ruang gelap hati manusia yang memungkinkan m...

Rough Report Pasar Percontohan Cokro Kembang Klaten

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pasar tradisional di Jawa Tengah yang menjadi proyek percontohan dari Kementrian Perdagangan. Diresmikan pada tanggal 12 Januari 2012, Cokro Kembang diarahkan menjadi salah satu pasar wisata ke depannya. Tidak jauh dari Pasar tersebut, terdapat sebuah pemandian yang cukup terkenal di Klaten, yaitu Pemandian Cokrotulung. Berada di Desa Daleman, Cokro Kembang dapat dicapai dengan menggunakan angkuta dari kota Kecamatan Delanggu, atau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Klaten Boyolali. Kondisi pasar sendiri sebenarnya cukup bersih, apik dan tertata rapi. Hanya saja, pedagang dan pengelola di sana relatif pasif dalam pengelolaannya. Mereka seolah hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pemerintah. Hal ini kemudian membuat keadaan pasar relative stagnan dan tidak banyak perubahan. Terlihat dari kondisi tempat parkir yang kurang tertata. Tidak ada parkir khusus mobil, sehingga mau tak mau harus diparkir di jalur perlintasan pasar. Padahal jal...

Beda sisi sama-sama basi

Okeh, kita tahu kalau logo di atas itu logonya komunis. Palu arit. Apakah kemudian saya mendukung komunisme dengan mencantumkan logo tersebut di blog? Sampai hari ini saya belum tahu. Sejujurnya saya sendiri mulai apatis dengan segala bentuk ideologi yang dibicarakan. Camkan, IDEOLOGI YANG DIBICARAKAN. Saya sendiri tidak buta, tentang bagaimana isu komunisme, dan kejadian mbah saya sendiri yang hampir menjadi korban pembantaian, dan di sisi lain, ada orang-orang yang ternyata menjadikan momentum 65 sebagai pintu meraih keuntungan. Bisa dilihat bagaimana kemudian di film Jagal ( Act of Killing)  premanisme seakan dilegalkan diam-diam. Mengapa sampai sekarang saya mencari jalan tengah? Kalau disimak, ideologi seringkali sekedar berhenti di warung kopi. Cukup sampai di situ. Saya belum banyak melihat bagaimana kemudian sistem mengijinkan orang-orang dengan frontal hidup sesuai idealismenya. Di Indonesia sendiri, komunisme membuat banyak orang buta terhadap perbedaan ...