sadar menyisakan ruang
menuang makna sama
berbisik, memandang keindahan
untuk dirimu di kursi bambu
sehangat cangkir kopi moka
saat detik terpaku di angka satu
lewatkan angan menari lama sekali
sembari sesekali terdengar
gesekan kaki lantai mimpi
di malam panjang putri
sambil menunggu di depan pintu
kubaca pesan itu selalu
kupinta, tetap disini kelak
saat kutersadar nanti
Comments
Post a Comment