pagi tak selalu sembunyi
dalam kamar, dalam dinding
sesekali diam-diam diriku menyelip
sekedar lari dari tatapan benci
penjaga hidup berseragam suci
sudah bosan akan kata satu
persetan ungkap tunggal ika
saat jati diri harus pergi
arti bangga tak harus ada
pecahkan semua layar kaca
merobek emosi dalam lembar
cukup sendiri atas nama abadi
diri sendiri kebenaran hakiki
menghantam segera dogma kata
tak akan ada hitam
tak akan ada lagi putih
telan semua isi kepala itu
tertuang dalam segala kitab aturan
biarkan saja otak mereka bertebaran
memerah darah tepi jalanan
lupakan sejenak perhatian semua
pedulikan mata kami
saat ia harus menerima sinyal beracun
untuk menjadi pencabut nyawa selanjutnya
sudah terdidik sebagai mesin-mesin hidup
tanpa rasa-tanpa jiwa
selamat pagi Indonesia
jari tengah mungil kami untukmu
cukup cinta tak perlu tanda
biarkan jiwa ini tetap bisa sekedar ada
dalam kamar, dalam dinding
sesekali diam-diam diriku menyelip
sekedar lari dari tatapan benci
penjaga hidup berseragam suci
sudah bosan akan kata satu
persetan ungkap tunggal ika
saat jati diri harus pergi
arti bangga tak harus ada
pecahkan semua layar kaca
merobek emosi dalam lembar
cukup sendiri atas nama abadi
diri sendiri kebenaran hakiki
menghantam segera dogma kata
tak akan ada hitam
tak akan ada lagi putih
telan semua isi kepala itu
tertuang dalam segala kitab aturan
biarkan saja otak mereka bertebaran
memerah darah tepi jalanan
lupakan sejenak perhatian semua
pedulikan mata kami
saat ia harus menerima sinyal beracun
untuk menjadi pencabut nyawa selanjutnya
sudah terdidik sebagai mesin-mesin hidup
tanpa rasa-tanpa jiwa
selamat pagi Indonesia
jari tengah mungil kami untukmu
cukup cinta tak perlu tanda
biarkan jiwa ini tetap bisa sekedar ada
Comments
Post a Comment