Separuh perjalanan saat ini
Mungkin akan kita ulang sampai mati
Layaknya putaran dunia
Seakan semua yang nanti kau hadapi
Nggak ada artinya kalau hidup tanpa mimpi
Aku tak bermaksud mengetuk lagi sudut pintu
Rumah tuhan dalam bilik hati
Perasaan akan ketidakpastian akan ragu
Membisikkan kepastian itu sendiri
Untuk lagu tanpa banyak melodi
Biar saja merah menjamah amarah
Tertutup oleh segenap kebohongan tanpa rasa suci
Menghitam dalam darah dengan segenap sanggah
Tapi pasti untuk hidup kelak setelah ini
Menepikan malaikat untuk jalanan sepi
Tangan rapuh dengan kulit kertas
Tak pantas rasanya bila harus menyentuhnya
Halusnya keindahan dari sebuah jiwa
Bukan apa-apa jika kulewatkan semua
Sebab detik dan helaan nafas ini sudah tersisa satu-satu
Comments
Post a Comment