Dengan perantara langit beserta udara seisinya
Ketika nyawa kita kembali untuk berdiri sejenak
Dalam wujud dengan nama manusia abadi
Sejenak hanya kita yang mampu untuk berlari
setelah aliran merah merambat ke atas kepala
Dan angin meredam segera kemarahan dalam-dalam
Pecah semua ironi kekosongan
Akan ada nenti jiwa-jiwa sepi
Mengajakku menari dalam tawa
iringan gitar tua seorang bapa
Comments
Post a Comment