Langit menutupi udara dengan gelap siang
Berarak pelan-pelan bersama dingin angin
Memaksaku untuk tetap duduk menunggu
Dengan sebuah lembar tiket terakhir malam ini
Udara terkoyak oleh sayap-sayap rajawali raksasa
Merambat di daratan untuk pergi tak kembali
Lewat alur-alur air menembus pandangan
Keberadaan perantara sejenak aku pergi
Sebenarnya selimut hatiku adalah takut
Ketika terpaksa jiwa ini pergi
Menyeberangi langit demi satu kehendak pasti
Merenungkan tempat nanti untuk kembali
Enam puluh menit lebih ku terpaku di kursi biru ini
Menerangkan kata-kata tak pasti dalam hati
Berharap sebuah ketukan akan membuatku berhenti
Kurasa, saatnya aku pergi
Comments
Post a Comment