satu-satu layar monitor kujelajahi
ada badut banci ketawa-ketiwi
ga jelas apa yang ditertawakannya
sementara tingkahnya bikin pusing kepala
kubuka layar berikutnya
sang ibu tiri mendadak mati
bukan oleh ibu peri, atau racun sang suami
tapi karena sang produser terus merugi
hampir lelah aku telah
sampai akhirnya kulihat sesosok wajah
terpampang jelas penuh darah
dipukul massa yang sedang marah
demi malam, aku tertidur
tak ada siaran yang bisa menghibur
kering sudah hati ini
kubanting tv ke peti mati
ada badut banci ketawa-ketiwi
ga jelas apa yang ditertawakannya
sementara tingkahnya bikin pusing kepala
kubuka layar berikutnya
sang ibu tiri mendadak mati
bukan oleh ibu peri, atau racun sang suami
tapi karena sang produser terus merugi
hampir lelah aku telah
sampai akhirnya kulihat sesosok wajah
terpampang jelas penuh darah
dipukul massa yang sedang marah
demi malam, aku tertidur
tak ada siaran yang bisa menghibur
kering sudah hati ini
kubanting tv ke peti mati
Comments
Post a Comment